BAYAR ZAKAT MAL DENGAN SEMBAKO


Penjelasan seputar membayar zakat mal (harta) dengan sembako makanan pokok.

Pertanyaan:

Bolehkah zakat mal diwujudkan atau diberikan dalam bentuk beras atau sembako?

Jawaban:

Aturan zakat itu datang dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Kalau saya ditanya boleh apa tidak membayar zakat mal dengan sembako? saya bisanya menjawab: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memerintahkan kalau harta yang dizakati kambing yang untuk bayar zakat juga kambing. Kalau harta yang dizakati sapi, zakat yang dikeluarkan juga dengan bentuk sapi. Masing-masing dengan aturannya sendiri-sendiri dan tidak boleh diganti dengan yang lainnya.

Adapun zakat fitrah, pengeluaranya adalah dengan bahan makanan pokok. Bahan makanan pokok yang biasa digunakan apa. Misalnya, di Solo makanan pokoknya adalah nasi, jangan membayar zakat dengan sagu atau biar mudah, zakat fitrah dibayar dengan duit, itupun tidak boleh. Rasulullah tidak mengajari begitu.

Zakat mal, karena yang dizakati adalah harta, maka yang dikeluarkan juga dengan bentuk harta yang biasanya diwujudkan dengan bentuk uang. Misal hartanya adalah berupa dagangan, maka harta dagangan tersebut dizakati dengan nilainya bukan dengan wujud dagangnya. Contoh orang berdagang burung pipit, dan nilai daganganya sudah wajib zakat, maka zakat yang dikeluarkan dengan nilai dagangannya (uang) bukan dengan burung pipit.

Silakan simak jawaban Al-Ustadz KH Mudzakir pada tautan link berikut:

Semoga bermanfaat, Barakallahu fikum

Tinggalkan komentar