Ya Arhamarrohimin Tulisan Arab, Arti dan Penjelasan


Syair sholawat Ya Arhamarrohimin mungkin kerap didengar oleh sebagian kita. Salah satunya adalah syair sholawat Ya Arhamarrohimin yang dipopulerkan oleh Habib Syech Assegaf dan digubah menjadi sebuah lagu oleh grup musik Sabyan Gambus. Namun apa sebenarnya makna dari frasa Ya Arhamarrohimin itu sendiri dan bagaimana cara penulisan arabnya secara benar, akan dijelaskan dalam tulisan ini.

Ya Arhamarrohimin Tulisan Arab, Arti dan Penjelasan

Ya Arhamarrohimin

Ya Arhamarrohimin yang dalam tulisan arab menjadi ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيِنَ mempunyai arti “Wahai Sang Maha Paling Pengasih dari para pengasih”. Di dalam bahasa arab, kata (يَا) di awal kalimat ataupun frasa menunjukkan makna panggilan (النِّدَاءُ). Dengan demikian, frasa Ya Arhamarrohimin merupakan sebuah panggilan kepada Sang Maha Paling Pengasih yaitu Allah Ta’ala.

Di dalam Al-Quran, setidaknya ada empat ayat yang menyebutkan Allah Ta’ala dengan panggilan Arhamarrohimin, yaitu di Q.S. Al-A’raf (7): 151, Q.S. Yusuf (12): 64 dan 92 serta Q.S. Al-Anbiya` (21): 83.

Di dalam Q.S. Al-A`raf (7): 151, Allah Ta’ala menceritakan tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam yang dikhianati oleh ummatnya seusai kembali dari beribadah di bukit Tursina selama 40 hari. Nabi Musa ‘alaihissalam mendapati kaumnya melakukan perbuatan syirik dengan menyembah patung anak sapi. Lalu nabi Musa ‘alaihissalam meminta ampun kepada Allah Ta’ala untuk dirinya serta saudaranya yaitu Nabi Harun ‘alaihissalam dan meminta belas kasih dari Allah Arhamarrohimin.

Q.S. Yusuf (12): 64 adalah kisah Nabi Ya’qub ‘alaihissalam yang harus merelakan adik nabi Yusuf dibawa pergi bersama sebelas saudara tirinya untuk membeli bahan pangan di Mesir di tengah masa paceklik. Nabi Ya`qub memasrahkan penjagaan adik nabi Yusuf kepada Allah Arhamarrohimin.

Pada surah yang sama yaitu Q.S. Yusuf (12): 92, pada akhir kisah setelah kesebelas saudara tiri nabi Yusuf menyesali kesalahan mereka yang pernah membuang nabi Yusuf di masa kecil. Nabi Yusuf alaihissalam pun mendoakan mereka agar diberi ampunan oleh Allah Arhamarrohimin.

Terakhir, dalam Q.S. Al-Anbiya` (21): 83 Allah Ta’ala menceritakan tentang kisah nabi Ayyub ‘alaihissalam yang sedang diuji dengan penyakit dan kemiskinan. Nabi Ayyub memohon kesembuhan kepada Allah Arhamarrohimin.

Dari kisah-kisah yang ada dalam beberapa ayat di atas, secara implisit dapat kita ambil pengertian bahwa “arhamarrohimin” merupakan asma Allah Subhanahu wa Ta’ala yang hendaklah kita sebut dalam permintaan doa-doa kita, karena asma tersebut merupakan pujian kepada Allah yang menjadi adab kita dalam berdoa.

Selain Arhamarrohimin, Allah memiliki asma lain yang menunjukkan tentang kebesaran kasih sayang-Nya yang masuk dalam 99 Asma`ul Husna yaitu Ar-Rohman dan Ar-Rohim. Ar-Rohman merupakan sifat Allah yang Maha Pengasih dengan belas kasih yang luas sehingga bisa mencakup seluruh makhluk ciptaan-Nya. Belas kasih ini bersifat menggeneralisir dengan tidak membedakan antara makhluk yang beriman ataupun kafir.

Sedangkan Ar-Rohim merupakan sifat Allah yang Maha Pengasih dengan belas kasih yang hanya diberikan kepada hamba-hambaNya yang beriman. Karena belas kasih ini bersifat lebih khusus, maka belas kasih ini diberikan secara lebih besar dan lebih istimewa. Belas kasih inilah yang bisa memasukkan seorang hamba ke dalam surga.

Hadits Tentang Belas Kasih Allah Kepada Hamba-Nya

Ya Arhamarrohimin

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Amal seseorang tidak akan bisa memasukkannya ke dalam surga.” Lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun ditanya, “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816).

Amalan Agar Mendapatkan Belas Kasih Allah Sang Arhamarrohimin

Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa amalan yang bisa dilakukan agar kita mendapat belas kasih dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diantaranya:

  1. Mengasihi Sesama Manusia.

Mengasihi sesama manusia berarti turut berempati dan membantu setiap kesusahan yang dialami oleh orang lain maupun memberikan kasih sayang atas dasar kemanusiaan dan ukhuwwah.

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pernah bersabda, “Sungguh Allah hanya memberikan belas kasih kepada hamba-hambaNya yang mengasihi sesama”. (HR. Al-Bukhori: 7448).

  1. Membaca Al-Qur`an

Al-Qur`an merupakan kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan sebagai salah satu bentuk belas kasih Allah, dengan demikian membacanya merupakan salah satu amalan agar bisa meraih belas kasih-Nya. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Q.S. Al-Isra` (17): 82, “Dan Kami (Allah) menurunkan Al-Qur`an (sesuatu) yang menjadi penawar dan belas kasih bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang dhalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian”.

  1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dilakukan dengan cara berusaha untuk menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala semaksimal usaha serta menjauhi larangan-larangan-Nya semua tanpa terkecuali. Melakukan ketakwaan merupakan amalan yang bisa dilakukan agar kita mendapat belas kasih dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya di Q.S. Al-An’am (06): 155, “Dan ini (Al-Qur`an) adalah kitab yang Kami (Allah) turunkan yang penuh keberkahan maka kalian ikutilah (kandungannya) dan kalian bertakwalah agar kalian diberi belas kasih.”

  1. Sholat Empat Rakaat Sebelum Sholat Ashar

Sholat sunnah sebanyak empat rakaat setelah adzan ashar berkumandang juga merupakan salah satu amalan yang dapat menyebabkan kita diberi belas kasih oleh Allah. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Nabi bersabda, “Allah akan membelaskasihi seorang hamba yang mengerjakan sholat empat rakaat sebelum ashar.” (HR. Abu Dawud: 1271. Hadits Hasan)

  1. Mentaati Allah dan Rasulullah

Mengikuti petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu usaha agar kita dilimpahi belas kasih dari Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Ali Imran (03): 32, “Dan kalian taatilah Allah dan Rasul supaya kalian diberi belas kasih.”

  1. Berbuat baik atas dasar muroqobatullah

Muroqobatullah merupakan sifat selalu merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap keadaan, baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. Sifat ini mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan semaksimal mungkin sehingga Allah pun memberikan belas kasih-Nya. Dalam Q.S. Al-A’raf (07): 56 dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya belas kasih Allah itu dekat (pasti diberikan) kepada orang-orang yang selalu mengusahakan kebaikan.”

  1. Menjenguk Orang Sakit

Selama kita menjenguk saudara kita yang sedang sakit, maka belas kasih Allah akan turun kepada kita. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapapun yang menjenguk orang sakit, maka belas kasih Allah akan turun kepadanya. Bahkan jika ia duduk disana, belas kasih itu akan menetap juga.” (HR. Bukhori: 407. Kitab Al-Adabul Mufrod)

Maka dari itu, mari kita selalu memohon dan berusaha untuk mendapat belas kasih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita bisa dimasukkan ke dalam surga dengan penuh keridloan-Nya.

Sekian uraian tentang frasa Ya Arhamarrohimin, tulisan arab, arti dan penjelasannya. Semoga bermanfaat. Ditulis oleh Ustadz Firdaus.

Tinggalkan komentar