SEBUAH PETUAH

SEBUAH PETUAH

Oleh: Al-Ustadz Ahmad Faqihuddin, Al

Di zaman ini, kita dapati aqidah umat yang melenceng perihal “mistik” (hal ghaib) semisal takhayyul, jum’at kliwon, kepercayaan terhadap ramalan. dsb. Menurut antum, apa yang seharusnya diyakini oleh umat islam tentang mistik?

Kita –umat islam- harus kembali kepada ajaran Al-qur’an dan As-sunnah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما : كتاب الله ، وسنة نبيه 

“Taraktu fiikum amraini ma in tamassaktum bihima lan tadhilluu abadan Al-qur’anu wa sunnatu rasulihi..  dengan itu niscaya umat islam akan selamat dari segala keyakinan dan kepercayaan sesat.

Menurut antum bagaimana sikap yang patut dilakukan oleh seorang santri saat dihadapkan ke masyarakat dengan keyakinan yang salah kaprah perihal mistik?

Ia harus tetap ikhlash dalam berdakwah, selalu memproteksi diri dengan banyak do’a dan wirid. Dakwah juga tetap harus dilakukan kepada masyarakat dengan tipe ini, meskipun dimulai dengan hal-hal yang sepele. Walaupun kedaan mereka seprti itu, ia tetap harus berbaur dengan mereka,dengan tanpa mengikuti maksiat mereka. Jangan mengisolasi diri di rumah!

Terkait dengan mistik, bagaimana cara menangkal gangguan jin, dan bagaimana solusi jikalau terkena gangguannya?

selalu melazimi wirid

Selalu melazimi wirid dan doa setiap waktu, karena biasanya orang diganggu karena ada yang gak beres dalam dirinya, entah kurang dzikir, stress, dsb. Allah ta’ala sendiri  telah berkalam Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub (Ar-Ra’d: 28). Maka  perbanyaklah dzikir dan do’a untuk memproteksi diri.

Terakhir, apa nasehat antum buat kami auladul ma’had?

Sabar, karena semua perkara kembalinya ke sabar. Allah ta’ala berkalam: “ista’inu bishshabri wash shalah innallaha ma’ash shabirin”(TULIS DENGAN ARAB!!). Enak dan tidak enak itu di dunia tempatnya.kalau kita mau sabar dan tetap bersyukur niscaya kita akan sampai ketujuan kita. Juga, Sebagai calon da’i,  Jangan lupa juga shalat malam, karena pondasi jiwa itu shalat malam.

Hasil wawancara dengan Al-Ustadz Ahmad Faqihuddin Hafidhahullah

Hari jum’at 23 maret 2018jam 07.15-11-15 dikediaman beliau.

Reporters: Ahnaf, Vad-az,and CH-Mien, Sahhalallahu Umuurahum

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *