A Pointed Eye

A Pointed Eye

Oleh: Vairuz Arham

Saat itu mungkin ia sedang berada di pasar. Tengah berjalan-jalan. Tiba-tiba bola matanya menangkap seorang cewek. Cantik. Mempesona baginya. Tanpa menghentikan langkahnya, bola mata yang bundar itu tak juga menggelinding ke pemandangan lain. Cewek itu seakan memasang jaring perangkap. Mata lelaki yang sudah terjebak akan sangat sulit terlepas. Lelaki itu rupanya tak terkcuali. Sambil terperangkap, ternyata ia menikmati pula. Tiba-tiba….

Duak!! (gubrak! Klonthang! Pyar! Kluthik!)

Sebuah tembok mendaratkan hidungnya yang kemudian berdarah-darah karena pendaratan yang sangat tidak mulus. Dan juga tanpa disadarinya pula. Kali ini ia baru terlepas dari jaring si cewek yang tadi menyekap matanya. Sakit? Mungkin. Hidungnya sampai mengucurkan darah. Lantas ia menghadap Sang Nabi. Diceritakanlah kejadian yang baru saja membuat hidungnya penyek.

Bla…bla…bla…

Apa jawab Nabi.

“Itu akibat dari ulahmu!” Mungkin kalau kita yang menjawab, akan ada kalimat “Sukurin! Salah sendiri jelalatan!”. Lalu turunlah kalam Allah pada Nabi.

“Katakanlah pada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Rangkaian ayat 30 surat An-Nuur itu bukan hanya untuk seorang sahabat yang hidungnya penyek gara-gara jelalatatan melihat cewek tadi. Tapi untuk semuanya, yang punya mata.

Kita pasti kenal makhluq yang namanya setan (kalau belum kenal, nggak usah cari-cari terus ngajak kenalan! ngeriii). Sebagai musuh bebuyutan, ia punya senjata ampuh luar biasa. Lesatannya lebih cepat dari anak panah. Goresannya lebih tajam dari pisau. Luka yang ditorehkannya tak hanya mengucurkan darah. Kalau sudah mengena, akan menimbulkan penyakit yang amat parah (apa…hayoo? bukan tebak-tebakan kalee!).

Mata. Itulah salah satu senjata ampuh si setan. Jika lesatan anak panah masih bisa melenceng, mata akan bisa melukai meski melenceng. Jika pisau hanya bisa membunuh di dunia, mata bisa membuat kita tersiksa di neraka. Jika luka pisau atau anak panah hanya mengucurkan darah, mata bisa mengucurkan darah sekaligus amarah. Amarahnya bukan main-main. Amarahnya datang dari Allah Ta’ala. Penyakitnya pun tak hanya menciptakan perih di jasad, namun dapat melumpuhkan jiwa. Penyakit terparahnya adalah “cinta buta”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *