Tabligh Konsolidasi part 02 berama Al-Ustadz K.H. Mudzakir


Tabligh Konsolidasi part 02 berama Al-Ustadz K.H. Mudzakir

Alhamdulillah, pada hari ahad 4 April 2022, safari Ramadhan part 02 bersama Ustadz Mudzakkir berjalan dengan lancar.

Kurang lebih 2000 peserta dari masyarakat sekitar dan santri Mahad Al-Islam dan Darul Falah mengikuti acara ini dengan antusias.

Ustadz Joko Wahyudi, Al sebagai pembicara pertama (pembukaan menyampaikan tentang hadis Nabi:

من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

 

Maksud  ‘إيمانا’  adalah Berpuasa Ramadhan atas dasar iman (kewajiban) bukan hanya karena adat istiadat.

Adapun maksud  ‘احتسابا’  adalah Mengaharap pahala puasa dari Allah (Ikhlas karena Allah).

Beliau menambahkan bahwa Bulan Ramadhan itu ibarat bulan untuk menempa diri seorang muslim menjadi pribadi yg bertaqwa dan semakin bertaqwa. Ketaqawaan ini berefek sampai selepas bulan Ramadhan, dia semakin bertaqwa kpd Allah.

Al-Ustadz Mudzakkir sebagai pembicara inti acara ini menyampaikan dengan tema:

Koq kita dalam mencari akhirat kalah dengan orang yang mencari dunia?”

Padahal dunia fana dan semua orang pasti akan meninggalkanya.

seperti orang yang bekerja sebagai penambang pasir di tempat yang ekstrim dan berbahaya, atau menambang pasir dengan menyelam ke dasar sungai. Mereka melakukan itu semua dengan tujuan mencari dunia, kenapa kita kalah dengan orang-orang seperti mereka dalam usrusan mencari akhirat?

Bahkan Kenikmatan dunia ini ada kalanya malah menjebak kita atau bermudzarat kepada diri kita sebagai contoh :

Oramg suka makan sambel, dia makan sambel sebanyak-banyaknya akhirnya sistem pencernaanya bermasalah.
Orang suka makan masakan yang bersantan, dia makan masakan sebanyak-banyaknya akhirnya ada beberapa masalah kesehatan yg menimpanya seperti tekanan darah yg menanjak, gangguan jantung atau lainya.

Orang mencari dan menumpuk dunia dan harta dunia tersebut tidak akan jadi miliknya

Sebagai contoh: ada cerita seorang belanda meninggalkan 50.000 golden di Bank Indonesia (BI) berupa kebun karet dan kopi, akan tetapi karena kurs rupiah pada saat itu menjadikan ahli warisnya tp tdk ada yg bisa mewarisinya.

 

Contoh yang lain: Kampung kemlayan (Solo) dulu nya milik satu org saja, dia hanya punya satu anak perempuan. Tapi kekayaan itu tidak sampai ke anaknya tersebut, tapi jatuh kepada orang lain. Bahkan menurut pihak kepolisian bagian reserse chrime, anak perempuannya tersebut ditemukan mati seorang diri sebagai seorang gelandangan.

Di akhir acara ini beliau menegaskan bahwa;

Entah kita sekolah tinggi apapun, mencari kerja apapun atau tidak sekolah dan tidak punya ijazah sama sekali, maka harus kita pastikan bahwa semua kondisi kita harus dipastikan atas landasan beribadah kpd Allah. Sebagaimana kalam Allah

قل إن صلاتي و نسكي و محياي و مماتي لله رب العالمين

Beliau menambahkan Silakan cari duit sebanyak-banyaknya tapi harus dipastikan bahwa duit itu halal dan cara mencarinya juga halal, setelah dapat jangan lupa bahwa itu semua adalah karunia dari Allah dan harus bersyukur lalu membelanjakannya untuk mendapatkan ridlo Allah. (Iqbal)

Tinggalkan komentar