Abu Ubaida: Pertempuran “Thoufanul Aqsa” menempatkan Zionis Israel di jalur menuju kehancuran


Abu Ubaida, juru bicara militer Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, mengatakan dalam sebuah audio yang dirilis oleh bagian media Al-Qassam pada hari Kamis 28 Desember 2023 bahwa pertempuran “Thoufanul Aqsa” yang telah berlangsung selama 83 hari telah menempatkan Israel di jalur menuju kehancuran.

Juru bicara Brigade Al-Qassam tersebut menambahkan, “83 hari setelah dimulainya pertempuran Thoufanul Aqsa, telah menempatkan Israel di ambang kepunahan. Penghormatan terbesar dalam militer jihad tidak layak diterima oleh siapa pun kecuali bangsa kami yang setia di Gaza,” sembari menekankan bahwa Thoufanul Aqsa telah menciptakan peti mati bagi Zionis Israel.

Abu Ubaida melanjutkan, “Wahai bangsa kami dan wahai rakyat merdeka di seluruh dunia, kami telah berjuang selama beberapa dekade hingga meletusnya Pertempuran Thoufanul Aqsa, karena rakyat kami, kemenangan bagi mereka dan kesucian mereka.”

Abu Ubaida menekankan bahwa “tidak akan ada kesepakatan pertukaran tawanan apapun sampai agresi terhadap rakyat kami berhenti sepenuhnya.”

Dia menekankan bahwa prioritas mujahidin adalah menghentikan agresi terhadap warga sipil yang tidak bersalah, dan tidak ada prioritas yang lebih penting dari itu.

Dia melanjutkan, dengan mengatakan, “Bagi kami, bagi dunia, kami adalah orang-orang yang mencari kebenaran dan kebebasan (kemerdekaan).”

Beliau menyatakan dalam pidatonya bahwa mereka terus bersiap dan berjuang karena mereka tahu bahwa hak-hak mereka telah dirampas dan tidak bisa diraih begitu saja kecuali dengan berjuang, hal ini menunjukkan bahwa zionis adalah musuh yang sangat arogan yang tidak memiliki toleransi terhadap rakyat kita yang sedang mencari hak kebebasan.

Abu Ubaida menjelaskan bahwa dunia saat ini resmi terbagi antara; penjahat yang tidak adil dan yang lemah dan tidak berdaya.

Dia menyebutkan dalam audio tersebut bahwa mujahidin telah berhasil melakukan operasi khusus untuk meledakkan amunisi Israel beserta kendaraan dan tentaranya, serta berhasil merontokkan 3 helikopter musuh, selama 2 hari terakhir.

Abu Ubaida menyatakan bahwa apa yang terjadi pada 7 Oktober akan tetap tertanam dalam hati nurani masyarakat Palestina sebagai gambaran kekalahan Israel.

Dia menyatakan bahwa “Brigade Al-Qassam”, setelah 83 hari pertempuran, menargetkan 825 kendaraan militer dengan berbagai variannya, seperti truk pengangkut tentara, tank, truk, merkava, buldozer dan lainya

Dia menjelaskan dalam audio tersebut bahwa apa yang Israel lakukan dengan melancarkan penghancuran dan pembunuhan adalah upaya untuk meyakinkan rakyat kita bahwa perlawanan kita akan sia-sia.

Dia juga menekankan bahwa realita yang terjadi di Gaza saat ini berhasil mengungkap semua lembaga yang penuh dengan kebohongan yang gemar berdalih dengan hak asasi manusia untuk menyerang masyarakat yang lemah tak bedaya.

Dia menambahkan, “Kami bersama rakyat kami berada di parit yang sama dan kami berbagi dengan mereka sepotong dan sebotol air minum yang sama.”

Di akhir pidatonya tersebut, Abu Ubaida berdoa,  mengharap semoga Allah merahmati Orang-orang yang telah syahid di antara mereka, menerima jihad mereka, mengobati orang-orang yang terluka, melipur luka bangsa Palestina, membebaskan tawanan-tawanan yang berada di tangan musuh, meneguhkan Langkah Mujahidin, menolong rakyat Palestina dan menolong (muqawamah) perlawanan mereka

Terakhir, beliau mengingatkan bahwa jihad itu sampai teraih kemenanganan atau mati dalam keadaaan syahid.

Tinggalkan komentar