Akhirat

A K H I R A T

Batasan ( Ta`rif ):

Akhirat adalah satu kehidupan baru setelah dibinasakannya alam dunia yang dijalani manusia sekarang ini, dimana setiap manusia akan mendapat balasan dari apa yang telah dilakukan waktu hidup di dunia. Al-Qur’an menyebut keadaan ini dalam salah satu ayat:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِّتُنْذِرَ أُمَّ القُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الجَمْعِ لاَرَيْبَ فِيْهِط فَرِيْقٌ فِى الجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْرِ_الشورى: 7.

“Dan begitulah Kami wahyukan kepadamu satu Qur’an atau bacaan yang berbahasa Arab agar engkau mengancam penduduk Ummul Qura dan mereka yang ada di sekitarnya, dan agar engkau mengancamkan hari perkumpulan (hari kiamat) yang tiada keraguan padanya; segolongan ada di dalam jannah dan segolongan lain ada di dalam neraka bakaran.”._S. Asy-Syura (42) : 7.

Perpindahan dari alam dunia ke akhirat ini diawali dengan satu peristiwa besar yang disebut Kiamat. Di dalam Al-Qur’an banyak kita dapatkan ayat yang menerangkan atau memerinci peristiwa kiamat ataupun keadaan akhirat. 

Dalam ayat lima Surat Al-Baqarah disebutkan bahwa salah satu tanda orang bertaqwa itu adalah:                                             

وَ بِالآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ

“Dan mereka yakin kepada akhirat”.

Ayat lima Surat Al-Baqarah ini secara implisit menunjukkan bahwa di dalam Al-Qur’an sudah ada keterangan tentang akhirat. 

Kejadian besar yang memulai perpindahan dari alam dunia ke alam akhirat ini juga diterangkan di dalam Al-Qur’an dengan sebutan lain, misalnya: Al-Qari`ah, Al-Ghasyiyah, dan lain-lain. Bahkan ada satu surat yang disebut dengan namanya, yakni Surat Al-Qiyamah (75).

يَسْئَلُ أَيَّانَ يَوْمُ القِيَامَةِ * فَإِذَا بَرِقَ البَصَرُ * وَخَسَفَ القَمَرُ * وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالقَمَرُ * يَقُوْلُ الإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ المَفَرُّ * كَلاَّ لاَ وَزَرَ * إِلىَ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍنِ المُسْتَقَرُّ * يُنَبَّؤُا الإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ_القيامة : 6 – 13.

“Manusia bertanya, Kapankah hari kiamat itu terjadi [6] Maka apabila penglihatan itu terbalik [7] Dan bulan jadi gelap [8] Dan dikumpulkanlah matahari serta bulan [9] Pada hari itu manusia berkata, Manakah tempat berlari [10] Tidak sekali-kali! Tidak ada jalan keluar [11] Kepada Pemeliharamu pada hari itu tempat ketetapan [12] Pada hari itu manusia dikabari dengan apa yang dia dahulukan dan apa yang dia akhirkan [13]” ._S. Al-Qiyamah (75) : 6-13.

Ayat-ayat itu menunjukkan beberapa keadaan pada hari kiamat, di antaranya: Dibinasakannya matahari dan bulan, manusia terbalik penglihatannya karena dahsyatnya kejadian yang mereka saksikan, padahal belum pernah mereka alami sebelumnya.

Peristiwa kehancuran dunia dan kebinasaan sekalian makhluk inilah yang jadi pembatas antara dua alam yang berbeda; alam dunia yang fana dengan alam akhirat yang kekal, untuk selanjutnya masing-masing golongan manusia akan menempati kehidupan dengan corak khusus sesuai amalannya masing-masing. 

Perlu diperhatikan bahwa berkaitan dengan kejadian kiamat dan akhirat ini, ada beberapa perkara yang amat penting dan harus diyakini oleh setiap orang beriman:

  1. Adanya hisab/perhitungan dan timbangan amal manusia, termasuk perhitungan kedhaliman manusia atas manusia lainnya.
  2. Lewatnya manusia di atas/pada Jahannam, di mana Allah menyelamatkan orang-orang beriman.
  1. Masuknya orang beriman ke dalam Jannah, dengan sekalian kenikmatan dan kemuliaannya.
  2. Masuknya orang kafir/musyrik ke dalam neraka.
  3. Kekekalan jannah, neraka, serta hunian para penghuninya.

Satu hal yang akan dibicarakan secara tersendiri adalah tentang kemungkinan manusia bisa melihat Allah di akhirat. 

I. H I S A B .   

Setelah manusia dibangkitkan di padang mahsyar (padang pengumpulan), mulailah dilakukan perhitungan (hisab) atas amalan yang telah dilakukan masing-masing pribadi waktu hidup di dunia.

Menurut nash (dalil Al-Qur’an atau Sunnah) kepada manusia ini akan:

; Dihadapkan/diserahkan kitab catatan amalan masing-masing

فَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ * فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيْرًا * وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوْرًا * وَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ * فَسَوْفَ يَدْعُوا ثُبُوْرًا * وَيَصْلَى سَعَيْرًا *_الإنشقاق : 7- 12.   

“Maka adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya [7] Maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah [8] Dan akan kembali kepada ahlinya dengan senang [9] Dan adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya [10] Maka dia akan menyerukan kecelakaan [11] Dan akan masuk ke dalam neraka sa`ir [12]”._S. Al-Insyiqaq (84):7-12

; Disuruh membaca sendiri isi kitabnya, sebagai penegasan kebenaran tuduhan.

إِقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ اليَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا_ الإسراء : 14.

“Bacalah kitabmu! Pada hari ini cukuplah dirimu untuk menghitungnya sendiri!” ._S. Al-Isra’ (17) : 14. 

; Disuruh melihat/menyaksikan pertunjukan amalnya waktu di dunia.  

وَوُضِعَ الكِتَابُ فَتَرَى المُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يَاوَيْلَتَنَا مَا لِهَذَا الكِتَابِ لاَيُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَلاَ كَبِيْرَةً إِلاَّ أَحْصَاهَاج وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلاَ يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا_الكهف : 39.

“Dan ditaruhkan kitab (catatan amalan mereka). Maka engkau akan melihat orang-orang berdosa ketakutan disebabkan apa yang ada padanya, dan mereka mengatakan: ‘Mengapakah kitab ini tidak meninggalkan barang kecil atau besar melainkan mesti menghitungnya?! Dan merekapun mendapatkan apa yang mereka telah perbuat itu terpampang di depan mereka, padahal Allah tidak menganiaya seorangpun.” ._S. Al-kahfi (18) : 49.  

; Dipanggil orang lain sebagai saksi atas kejahatannya. 

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّـةٍ بِشَهِيْدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِـيْدًا_النساء : 41. 

“Maka bagaimana apabila Kami datangkan dari tiap-tiap ummat dengan seorang saksi dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka itu?” ._S. An-Nisa’ (4) : 41.  

; Anggota tubuhnya dibuat berbicara, juga sebagai saksi atasnya.  

اليَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَ تُكَلِّمُنَا أَيْدِيْهِمْ وَ تَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ_يس : 65. 

“Pada hari ini Kami segel atas mulut-mulut mereka, sedang tangan-tangan mereka berbicara kepada Kami dan kaki-kaki mereka pun menyaksikan dengan apa yang dahulu mereka usahakan.” ._S. Yasin (36) : 65. 

وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللهِ إِلَى النَّارِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ * حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُـوْدُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ * وَقَالُوْا لِجُلُوْدِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوْا أَنْطَقَنَا اللهُ الَّذِى أَنْطَقَ كُلَّ شَيْئٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ * وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلاَ أَبْصَارُكُمْ وَلاَ جُلُوْدُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللهَ لاَ يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِمَّا تَعْمَلُوْنَ_فصلت :19- 22.  

“Dan di hari yang dikumpulkan musuh-musuh Allah itu ke neraka, sedang mereka itu ditunggukan [19] Sehingga tatkala mereka tiba padanya, menyaksikanlah atas mereka pendengaran, penglihatan, dan kulit-kulit mereka dengan apa yang mereka telah amalkan [20] Dan mereka berkata kepada kulit-kulit mereka: ‘Kenapakah kalian memberikan kesaksian atas kami?’ Mereka (kulit-kulit) menjawab: ‘Allah telah membuat kami berbicara, Dialah Dzat Yang Membuat segala sesuatu berbicara, dan Dia telah menciptakan kalian pada kali yang pertama, serta kepadaNya kalian dikembalikan! [21] Dan tiadalah kalian bisa terlindung tatkala menyaksikan atas kalian pendengaran kalian dan tidak pula penglihatan kalian dan tidak pula kulit-kulit kalian, akan tetapi kalian menyangka bahwa Allah itu tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian perbuat [20]” ._S. Fushshilat (41) : 19 – 22.  

; Dihadapkan/dijodohkan dengan orang-orang lain yang pernah didhalimi atau mendhalimi, untuk dipertukartambahkan.  

وَإِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْ * وَإِذَا المَوْئُوْدَةُ سُئِلَتْ * بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ *_التكوير:7-9

“Dan tatkala diri-diri itu dijodohkan [7] Dan tatkala anak perempuan yang dikuburkan hidup-hidup itu ditanyai [8] Dengan sebab dosa apa dia dibunuh [9]”.S. At-Takwir (81) : 7-9. 

; Dimintai pertanggungjawaban amalan dan segala nikmat yang telah di berikan di dunia; di sinilah manusia ditanyai: hartanya untuk apa, umurnya, kesehatannya, dan nikmat-nikmat disyukuri atau tidak; 

فَلَنَسْئَلَنَّ الَّذِيْنَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَ لَنَسْئَلَنَّ المُرْسَلِيْنَ_الأعراف: 6.  

“Maka benar-benar Kami akan menanyai orang-orang yang kepada mereka itu telah diutus dan benar-benar Kami akan menanyai para Rasul!” ._S. Al-A`raf (7) : 6. 

فَوَرَبِّكَ لَنَسْئَلَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ * عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ *_ الحجر: 92 – 93.   

“Maka demi Pemeliharamu! Benar-benar Kami akan menanyai mereka semuanya [92] dari apa-apa yang mereka dahulu sama perbuat [93]” ._S. Al-Hijr (15) : 92-93.

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌط إِنَّ السَّمْعَ وَالبَصَرَ وَالفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلاً_الإسراء: 36. 

“Dan janganlah kalian ikut mengatakan apa yang kalian tidak mempunyai ilmu dengannya! Sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan perasaan, semuanya itu akan ditanyakan darinya [36]” ._S. Al-Isra’ (17) : 36. 

وَلَقَدْ كَانُوْا عَاهَدُوْا اللهَ مِنْ قَبْلُ لاَ يُوَلُّوْنَ الأَدْبَارَط وَكَانَ عَهْدُ اللهِ مَسْئُوْلاً_الأحزاب: 15.  

“Padahal sungguh-sungguh mereka telah berjanji kepada Allah sebelum itu bahwa mereka tidak akan membalik/membelakang. Dan adalah janji kepada Allah itu akan ditanyakan [15]” ._S. Al-Ahzab (33) : 15. 

وَقِفُوْهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُوْلُوْنَ_الصّافّات: 24.

“Dan tahanlah mereka, karena sesung- guhnya mereka akan ditanya [24]” ._S. Ash-Shaffat (37) : 24. 

; Ditimbang semua amalannya, antara kebaikan dengan keburukan/kejahatannya

وَالوَزْنُ يَوْمَئِذٍنِالحَقُّج فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُـهُ فَأُولئِكَ هُمُ المُفْلِحُوْنَ * وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ فَأُولئِكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوْا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُوْنَ * _الأعراف: 8 – 9.

“Dan timbangan pada hari itu adalah benar. Maka barangsiapa yang berat timbangannya (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang mendapat kejayaan [8] Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi diri mereka sendiri dengan sebab apa yang mereka dhalimi ayat-ayat Kami [9]” ._S. Al-A`raf (7) : 8 – 9. 

وَ نَضَعُ المَوَازِيْنَ القِسْطَ لِيَوْمِ القِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَاط وَكَفَى بِنَا حَاسِبِيْنَ *_الأنبياء: 47.

“Dan Kami taruhkan alat-alat timbangan dengan adil untuk hari kiamat itu; maka tidaklah dianiaya satu diri itu akan sesuatu apapun. Maka jika ada (kebaikan) seberat biji sawi sekali pun, Kami akan datangkan dengannya. Dan cukuplah Kami ini sebagai penghitung [47]” ._S. Al-Anbiya (21) : 47.  

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ المُفْلِحُوْنَ * وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ فَأُولئِكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْا أَنْفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَالِدُوْنَ *_المؤمنون: 102- 103.

“Maka barangsiapa yang berat timbangannya (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang mendapatkan kejayaan [102] Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, di dalam Jahannam mereka itu kekal [103]” ._S. Al-Mu’minun (23) : 102 –103.   

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ * فَهُوَ فِى عِيْشَةٍ رَاضِيَةٍ * وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ * فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ * وَمَا أَدْرَاكَ مَاهِيَهْ * نَارٌ حَامِيَةٌ *_القارعة: 6 – 11.

 “Maka adapun orang yang berat timbangannya (kebaikannya) [6] Maka dia itu berada dalam kehidupan yang meridlokan (melegakan) [7] Dan adapun orang yang ringan timbangannya [8] Maka tempat kembalinya itu adalah Hawiyah [9] Dan apakah yang menunjukkan kepadamu, apakah dia itu? [10] (Dia itu adalah) Api yang amat panas [11] ” ._S. Al-Qari`ah (101) : 6 – 11.     

أُولَئِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلاَ نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ وَزْنًا *_الكهف: 105.

“Mereka itu adalah orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Pemelihara mereka dan pertemuan denganNya, maka hancur-leburlah amalan mereka; maka karenanya, Kami tidak akan menegakkan timbangan untuk mereka pada hari kiamat [105]” ._S. Al-Kahfi (81) : 105.

Soal-soal:

  1. Apakah Akhirat itu?
  2. Apa perbedaan Akhirat dengan KIamat?
  3. Apa yang dmaksud dengan hisab itu?
  4. Sebutkan peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan Akherat

II. MELEWATI SHIRAT.

Proses hisab (perhitungan amalan) ini ada yang bercorak lain. Manusia harus berjalan melalui jalan terbatas yang terbentang di atas Jahannam. Di sepanjang jalan yang amat mengerikan itu ada kait-kait runcing yang mengait setiap orang yang jadi mangsanya dan mencampakkan ke dalam Jahannam. Begitulah orang yang tidak beres pada shalatnya, dikait oleh kaitan shalat dan dicampakkan ke dalam Jahannam; orang yang tidak beres zakatnya, dikait oleh kaitan zakat, yang tidak beres dalam soal auratnya dikait oleh kaitan aurat dan seterusnya. 

Hanya orang yang benar-benar beriman yang akan Allah selamatkan. 

Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad dari Jabir bin Abdullah soal lewatnya manusia di neraka Jahannam: 

نَجِئُ يَوْمَ القِيَامَةِ عَنْ كَذَا وَكَذَا أُنْظُرْ أَيْ ذَالِكَ فَوْقَ النَّاسِ, قَالَ فَتُدْعَى الأُمَمُ بِأَوْثَانِهَا وَمَا كَانَتْ تَعْبُدُ, الأَوَّلُ فَالأَوَّلُ ثُمَّ يَأْتِيْنَا رَبُّنَا بَعْدَ ذلِكَ فَيَقُوْلُ مَنْ تَنْظُرُوْنَ فَيَقُوْلُوْنَ: نَنْظُرُ رَبَّنَا, فَيَقُوْلُ: أَنَا رَبُّكُمْ, فَيَقُوْلُوْنَ: حَتَّى نَنْظُرَ إِلَيْكَ, فَتَجَلَّى لَهُمْ يَضْحَكُ, قَالَ: فَيَنْطَلِقُ بِهِمْ وَ يَتَّبِعُوْنَهُ وَيُعْطَى كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ مُنَافِق أَوْ مُوْمِن نُوْرًا ثُمَّ يَتَّبِعُوْنَهُ, وَعَلَى جِسْرِ جَهَنَّمَ كَلاَلِبُ وَحَسَكٌ تَأْخُذُ مَنْ شَاءَ اللهُ ثُمَّ يُطْفَأُ نُوْرُ المُنَافِقِيْنَ ثُمَّ يَنْجُو المُؤْمِنُوْنَ, فَتَنْجُوْ أَوَّلُ زُمْرَةٍ وُجُوْهُهُمْ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ سَبْعُوْنَ أَلْفًا لاَ يُحَاسَبُوْنَ, ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ كَأَضْوَاءِ نَجْمٍ فِى السَّمَاءِ, ثُمَّ كَذلِكَ ثُمَّ تُحِلُّ الشَّفَاعَةُ, وَيَشْفَعُوْنَ حَتَّى يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَكَانَ فِى قَلْبِهِ مِنَ الخَيْرِ مَايَزِنُ شَعِيْرَةً فَيُجْعَلُوْنَ بِفِنَاءِ الجَنَّةِ وَيَجْعَلُ أَهْلُ الجَنَّةِ يَرُشُّوْنَ عَلَيْهِمْ المَاءَ حَتَّى يَنْبُتُوا نَبَاتَ الشَّيْئِ فِى السَّيْلِ وَيَذْهَبُ حُرَاقُهُ, ثُمَّ يَسْأَلُ حَتَّى تُجْعَلَ لَهُ الدُّنْيَا وَعَشْرَةُ أَمْثَالِهَا مَعَهَا.

“Kita datang nanti pada hari kiamat dari tempat begini dan begitu, lihatlah – dia maksudkan di atas orang banyak – lalu katanya: ‘Lalu dipanggillah umat-umat itu dengan nama berhala-berhala mereka dan apa yang mereka mengabdi padanya, berturut-turut; kemudian kita mendatangi Pemelihara kita setelah itu semua, maka Dia berfirman: ‘Siapa yang kalian tunggu?’ Maka orang banyak berkata: ‘Kami menunggu Pemelihara kami!’ Maka Dia berfirman: ‘Aku Pemelihara kalian’. Maka berkata mereka: ‘Sampai kami bisa memandang kepadaMu!’. Maka Dia pun menampakkan diri kepada mereka sambil tertawa (dengan ridla). Berkata (rawi): ‘Maka berangkatlah Dia dan mereka mengikutiNya.’ Kemudian semua orang diberi cahaya, termasuk padanya orang munafiq dan orang beriman, lalu mereka mengikutiNya pula. Dan di atas jembatan Jahannam itu ada kait-kait dan duri-duri, yang menangkap siapa saja yang Allah kehendaki. Kemudian dipadamkanlah cahaya orang-orang munafiq. Kemudian selamatlah orang-orang beriman.

Maka kelompok pertama orang-orang yang selamat itu wajah-wajah mereka seperti bulan purnama, jumlahnya tujuh puluh ribu orang, mereka itu tidak dihisab. Kemudian yang mengiringi mereka itu, wajah mereka seperti paling terangnya bintang di langit, kemudian seperti itu juga. Kemudian halal-lah syafa`at dan mereka pun memberi syafa`at, sampai keluarlah dari dalam neraka itu orang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah, padahal di dalam hatinya itu ada kebaikan seberat gandum; lalu ditaruhkanlah mereka yang baru keluar dari neraka itu di samping jannah, sedang para ahli jannah bekerja menyiramkan air ke atas mereka sehingga mereka tumbuh seperti sesuatu tumbuhan di tepian air dan hilanglah bekas hangus mereka.  Kemudian orang itu meminta, sehingga akhirnya diberikanlah untuknya itu barang sepenuh bumi ditambah sepuluh kali lipatnya.”. Muslim, jz.1 hlm.122 ktb.1-Iman hdt. 216.

Pemisahan Munafiqien Dari Mu’minin

Secara dhahir orang munafiq tidak berbeda dengan orang beriman. Tetapi Allah Ta`ala Yang Maha Tahu menunjukkan kepada semua manusia perbedaan di antara mereka itu, di antaranya melalui sebagai berikut:

Semua orang Islam berjalan menuju arah tertentu. Sampai di batas yang ditentukan, orang beriman berjalan dengan diterangi nur (cahaya), sedang orang munafiq merasa kegelapan. Kemudian munafiqien ini meminta cahaya kepada orang beriman, yang dijawab bahwa nur itu bisa diperoleh di tempat yang telah dilewati. Munafiqien pun kembali ke arah semula, lalu dipisahkanlah antara munafiqien dan mu’minien dengan satu dinding pemisah; mukminien berada dalam kenikmatan, sedang munafiqien terkepung dalam adzab yang dahsyat. Hal ini Allah terangkan dalam ayat:

يَوْمَ تَرَى المُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُوْرُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَ بِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَيكُمُ اليَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا ذلِكَ هُوَ الفَوْزُ العَظِيْمُ * يَوْمَ يَقُوْلُ المُنَافِقُوْنَ وَالمُنَافِقَاتُ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا انْظُرُوْنَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُوْرِكُمْ قِيْلَ ارْجِعُوْا وَرَائَكُمْ فَالْتَمِسُوْا نُوْرًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُوْرٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ العَذَابُ *  يُنَادُوْنَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوْا بَلَى وَلَكَنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الأَمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللهِ وَ غَرَّكُمْ بِاللهِ الغَرُوْرُ * فَاليَوْمَ لاَ يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَلاَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاج مَأْوَاكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلاَكُمْ وَ بِئْسَ المَصِيْرُ *_الحديد: 12 – 15.

“Di hari yang engkau lihat mu’minen dan mu’minat, cahaya mereka berjalan di depan mereka dan di sebelah kanan mereka. (Lalu dikatakan kepada mereka): ‘Kegembiraan kalian di hari ini!’ Jannah yang mengalir padanya beberapa sungai, mereka dalam keadaan kekal padanya. Yang demikian itu adalah satu kebahagiaan yang besar [12] Di hari yang orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman: ‘Tunggulah kami supaya kami bisa mengambil sebagian dari cahaya kalian!’ Dikatakan (kepada para munafiqien): ‘Kembalilah kalian ke belakang kalian, lalu carilah cahaya (di sana)!’ Maka dijatuhkanlah satu dinding yang berpintu; di sebelah dalamnya berisi rahmat, sedang di arah luarnya itu ada adzab [13] Para munafiqien itu menyeru mereka yang beriman: ‘Bukankah kami dahulu bersama kalian?’ Mereka (yang beriman) berkata: ‘Ya, tetapi kalian menfitnah diri kalian sendiri dan kalian menunggu-nunggu perubahan keadaan, ragu-ragu dan angan-angan kalian telah menipu kalian sampai datang siksaan Allah, dan penipu itu telah menipu kalian’ [14] Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kalian dan tidak juga dari orang-orang kafir! Tempat kembali kalian adalah neraka; dialah tempat mengurusi kalian dan seburuk-buruk tempat diam [15]”._S. Al-Hadied (57) : 12 – 15.

Keterangan ayat ini berkaitan erat dengan riwayat terdahulu tentang perjalanan melewati shirat/jembatan. Silakan lihat lagi pada pasal sebelum ini.

Pemisahan Ahli Bid`ah

Adalah Rasulullah dijanji dan diberi karunia yang amat besar oleh Allah, dengan pemberian berupa telaga Kautsar; telaga air yang segar dan didambakan oleh setiap orang dahaga ini mempunyai gayung amat banyak, seperti bintang-bintang di langit.

Maka setiap muslimin datang berduyun-duyun ke telaga itu untuk minum. Tiba-tiba sekelompok dari kalangan mereka itu diusir dan disuruh menjauhi telaga tersebut. Maka berdatang-sembahlah Nabi Muhammad saw. kepada Allah memohon agar mereka yang tergolong umat beliau diberi kesempatan minum. Lalu beliaupun diberi tahu bahwa mereka yang diusir itu adalah mereka yang mengada-adakan sesuatu dalam Al-Islam, yang tidak ada contoh/tuntunannya dari Allah serta RasulNya.

Maka dipisahkanlah mereka yang mengada-adakan (ahli bid`ah) itu dari kalangan orang beriman.

Ibnu Katsir menukilkan riwayat dari Muslim, Abu Daud, dan Nasa’ie ( Tafsier Ibnu Katsir IV/556 ):

عَنْ أَنَسٍ قَالَ بَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ ص م بَيْنَ أَظْهُرِنَا فِى المَسْجِدِ إِذَا أَغْفَى إِغْفَاءَةً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا, قُلْنَا مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آنِفًا سُوْرَةٌ – فَقَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ – ثُمَّ قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَا الكَوْثَرُ؟ قُلْنَا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ, قَالَ: فَإِنَهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيْهِ رَبِّيْ عَزَّ وَ جَلَّ, عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ, هُوَ خَوْضٌ تَرُدُّ عَلَيْهِ أُمَّتِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدَ النُّجُوْمِ فِى السَّمَاءِ فَيَخْتَلِجُ العَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقْوْلُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِيْ فَيَقُوْلُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثَ بَعْدَكَ.

“Dari Anas, berkata: ‘Tatkala Rasulullah saw. ada di antara kami di dalam masjid, tiba-tiba beliau terlena sebentar, kemudian

mengangkat kepala beliau sambil tersenyum. Kami berkata: ‘Apa yang menyebabkan engkau tertawa wahai Rasulullah?’

Beliau bersabda: ‘Telah diturunkan kepadaku barusan ini satu surat. Lalu beliau membaca: ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Yang Penyayang. Sesungguhnya Kami memberikan kepada engkau Al-Kautsar. Maka shalatlah kepada Pemeliharamu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu itu, dialah orang yang terputus keturunannya!”

Kemudian beliau bersabda:‘Apakah kalian tahu apa Al-Kautsar itu?’

Kami berkata: ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui.’

Beliau bersabda: ‘Maka sesungguhnya dia itu adalah satu sungai yang Pemeliharaku Yang Maha Gagah dan Maha Agung menjanjikannya kepadaku, yang padanya itu ada kebaikan amat banyak, dia itu adalah telaga yang ummatku akan dibawa ke sana nanti di hari kiamat. Gayungnya itu sebanyak bintang-bintang di langit. Kemudian disingkirkanlah seorang hamba dari kalangan mereka. Maka aku berkata: ‘Wahai Pemeliharaku! Sesungguhnya dia itu dari kalangan ummatku!’

Maka Allah berfirman: ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dia ada-adakan sepeninggalmu!”

Hadits ini sekaligus juga menunjukkan kepada kita bahwa manusia ini tidak hanya sekedar dituntut untuk menjalankan dienul Islam, tetapi juga dituntut untuk menjaga kemurniannya agar tidak tercampurkan dengan ajaran yang tidak pernah dijalankan oleh Rasulullah saw. 

III. MASUK NERAKA

DI SINI TEKSNYA KURANG HARAP DILENGKAPI

Macam Macam Adzab Neraka

1. Orang diseret waktu dimasukkan neraka.

إِذِ الأَغْلاَلُ فِى أَعْنَاقِهِمْ وَ السَّلاَسِلُج يُسْحَبُوْنَ * فِى الحَمِيْمِ ثُمَّ فِى النَّارِ يُسْجَرُوْنَ * ثُمَّ قِيْلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُوْنَ * مِنْ دُوْنِ اللهِ قَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا بَلْ لَّمْ نَكُنْ نَدْعُو مِنْ قَبْلُ شَيْئًاج كَذلِكَ يُضِلُّ اللهُ الكَافِرِيْنَ * ذلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُوْنَ فِى الأَرْضِ بِغَيْرِ الحَقِّ وَ بِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُوْنَ * ادْخُلُوْا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا فَبِئْسَ مَثْوَى المُتَكَبِّرِيْنَ *_غافر\المؤمن: 71 – 76.

“Tatkala belenggu-belenggu dan rantai-rantai itu ditengkuk –tengkuk mereka; mereka diseret [71] di air yang panas, kemudian mereka dibakar di dalam api [72] Kemudian dikatakan kepada mereka: ‘Dimanakah barang yang kalian sekutukan [73] dari selain Allah?!’. Mereka berkata: ‘Sudah hilang dari kami! Bahkan tidak adalah kami menyeru/menyembah sesuatu sebelum ini! Begitulah Allah menyesatkan orang-orang kafir [74] Yang demikian itu adalah dengan sebab apa yang kalian senangi di bumi tanpa kebenaran dan dengan sebab apa yang kalian sombongkan [75] Kalian masuklah ke dalam pintu-pintu Jahannam dalam keadaan kekal padanya. Maka itu adalah seburuk-buruk tempat orang-orang yang takabur [76]” ._S. Ghafir / Al-Mu`min (40) : 71–76

2. Dilempar secara bergerombol.

وَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَ بِئْسَ المَصِيْرُ * إِذَا أُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَ هِيَ تَفُوْرُ * تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌ * قَالُوْا بَلَى قَدْ جَائَنَا نَذِيْرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللهُ مِنْ شَيْئٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلاَّ فِى ضَلاَلٍ كَبِيْرٍ * وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِى أَصْحَابِ السَّعِيْرِ * فاعْتَرَفُوْا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا ِلأَصْحَابِ السَّعِيْرِ *_الملك: 6 – 11.

“Dan bagi orang-orang yang kafir kepada Pemelihara mereka itu ada siksaan Jahannam; dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali [6] Apabila mereka dicampakkan padanya mereka mendengar padanya itu teriakan, sedang dia itu menggelegak [7] Hampir-hampir dia itu berubah karena sangat kemarahannya; tiap kali dicampakkan padanya itu sekelompok manusia, bertanyalah penjaganya kepada mereka: ‘Apakah belum datang seorang pengancam kepada kalian?! [8] Mereka berkata: ’Ya! Sungguh telah datang seorang pengancam kepada kami lalu kami mendustakan dan kami mengatakan: ‘Tidaklah Allah menurunkan sesuatu! Tidak adalah kalian itu kecuali dalam kesesatan yang besar!’ [9] Dan mereka berkata: ‘Kalau saja kami dahulu mendengarkan atau berpikir, niscaya kami tidak ada dalam golongan penghuni neraka bakaran ini.’ [10] Kemudian mereka pun mengakui dosa mereka, maka kebinasaanlah bagi para penghuni neraka bakaran itu [11]” ._S. Al-Mulk (67) : 6 – 11.

3. Dibakar.

Lihat kembali Surat Ghafir (40): 72 di atas.

4. Diseterika dan dituang logam cair.

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا إِنَّ كَثِيْرًا مِنَ الأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُوْنَهَا فِى سَبِيْلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ * يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ هذَا مَا كَنَزْتُمْ  ِلأَنْـفُسِكُمْ فَذُوْقُـوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ *_التوبة: 34 – 35.

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya kebanyakan dari para ahbar dan ruhban (pendeta) itu sungguh memakan harta-benda manusia dengan cara yang batil serta menghalangi dari jalan Allah! Sedang orang-orang yang menumpuk-numpuk emas dan perak dan tidak menginfaqkannya di jalan Allah, maka gembirakanlah mereka itu dengan adzab yang pedih [34] Di hari yang (emas dan perak itu) dipanaskan padanya itu di dalam neraka Jahannam lalu diseterika dengannya itu atas dahi-dahi dan lambung-lambung serta punggung-punggung mereka (lalu dikatakan): ‘Inilah apa yang kalian simpan untuk diri-diri kalian, maka kalian rasakanlah apa yang kalian simpan itu! [35]” ._S. At-Taubah (9) : 34 – 35.

5. Ditutup dan dipalang di dalam api.

إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ * فِى عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ *_الهمزة: 8-9.

“Sesungguhnya Khutamah itu ditutupkan atas mereka [8] Pada tiang-tiang yang dipalangkan [9]” ._S. Al-Humazah (104) : 8–9 atau 1-9.

6. Ditusuk dan diikat dengan rantai panjang 70 hasta.

خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ * ثُمَّ الجَحِيْمَ صَلُّوْهُ * ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُ * إِنَّهُ كَانَ لاَ يُؤْمِنُ بِاللهِ العَظِيْمِ * وَلاَ يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ المِسْكِيْنَ * فَلَيْسَ لَهُ اليَوْمَ ههُنَا حَمِيْمٌ * وَلاَ طَعَامٌ إِلاَّ مِنْ غِسْلِيْنٍ * لاَ يَأْكُلُهُ إِلاَّ الخَاطِئُوْنَ *_الحاقة: 30 – 37.

“Kalian tangkaplah dia lalu belenggulah dia [30] Kemudian kalian masukkanlah dia ke dalam Jahiem [31] Kemudian kalian ikatlah dia dengan rantai panjangnya 70 hasta [32] Sesungguhnya adalah dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung [33] Dan tidak menganjurkan atas memberi makan orang-orang miskin [34] Maka tidak ada baginya pada hari ini seorang temanpun di sini [35] Dan tidak pula makanan kecuali dari Ghislien (nanah & darah) [36] Tidak

ada yang memakannya kecuali orang-orang yang bersalah (berdosa) [36]” ._S. Al-Haqqah (69) : 30 – 37.

  1. Apa jawaban ahli Neraka ketika ditanya “Apa belum datang kepada kalian seorang Rasul/pengancam?
  2. Apa siksaan bagi orang menimbun emas dan perak tetapi tidak mau bayar zakatnya?
  3. Apakah Allah itu dlalim karena ada hamba-Nya yang Dia masukkan ke dalam Neraka?
  4. Sebutkan macam-macam siksaan Neraka!


IV. MASUK JANNAH.

Orang-orang beriman, mereka yang hatinya bersih, jiwanya tenang, senantiasa tertambat kepada Allah, lalai dari kejahatan, tidak tertipu dan tidak terlalaikan oleh kehidupan dunia, mereka yang timbangan amal baiknya melebihi timbangan dosa/kesalahan yang jadi tanggungannya, secara bergilir akan masuk ke dalam jannah.

Sementara itu di satu tempat di antara jannah dan neraka, sekelompok orang yang dinamakan Ash-habul a`raf menanti dengan penuh harapan agar dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam jannah. Bila sudah tiba waktunya kelak, mereka pun akan masuk  ke dalam jannah. Mereka ini, tentunya adalah yang derajatnya tidak setinggi orang-orang yang telah disebutkan di atas tadi.

Golongan manusia yang lainnya tercampak ke dalam neraka. Tetapi beberapa waktu kemudian, Allah memerintahkan malaikat agar mengeluarkan orang yang mempunyai iman walaupun hanya seberat atom (dzarrah) dari neraka, untuk kemudian dimasukkan ke dalam jannah. Orang beriman yang seperti ini harus masuk ke dalam neraka lebih dahulu, karena di samping imannya yang tipis juga mempunyai tanggungan dosa; amal shalihnya sedikit, tetapi kesalahannya tidak sedikit; taat kepada Allah, tetapi dalam beberapa hal, entah mengapa, dia mendurhakai Allah dan melanggar aturanNya. Segala kejelekan dan kejahatan ini harus ditebusnya di dalam neraka lebih dahulu sebelum dia pantas masuk jannah. Dari kalangan mereka inilah muncul orang terakhir yang akan masuk jannah.

  1. Siapa Ashhabul A’raf itu?
  2.  

Kenikmatan Jannah

Jannah, menurut bahasa berarti: kebun. Disebut demikian itu sebagai gambaran dan perumpamaan, karena kebun merupakan tempat yang menyenangkan banyak orang di dunia. Allah memberikan berbagai gambaran tentang kenikmatan jannah ini sehingga bisa dimengerti dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat manusia, di antaranya:

1. Tiap diberi buah-buahan jannah, manusia mengatakan bahwa mereka telah pernah diberi yang serupa itu.

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُقلى كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًالا قَالُوْا هَذَا الَّذِى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوْا بِهِ مُتَشَابِهًاقلى وَلَهُمْ فِيْهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ_البقرة: 25

“Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman dan beramal shalih itu bahwasanya buat mereka itu kebun-kebun yang mengalir padanya beberapa sungai; tiap kali mereka diberi buah-buahan darinya sebagai pemberian, mereka berkata: ‘Ini barang yang kami pernah diberi sebelumnya dan mereka itu diberi dengannya barang yang bermacam-macam; dan buat mereka itu di dalamnya ada jodoh-jodoh yang suci, sedang mereka itu kekal di dalamnya.” ._S. Al-Baqarah (2) : 25.

2. Mengalir di jannah itu beberapa sungai.

(Banyak ayat yang menunjukkan hal ini).

3. a. Mereka diberi minuman keras yang tidak memabukkan.

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَ * بِأَكْوَابٍ وَّ أَبَارِيْقَ وَ كَأْسٍ مِنْ مَّعِيْنٍ * لاَ يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلاَ يُنْزِفُوْنَ * وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَّيَّرُوْنَ * وَ لَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ * وَ حُوْرٌ عِيْنٌ * كَأَمْثَالٍ الُّؤْلُؤِ المَكْنُوْنِ * جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ *_الواقعة: 17 – 24.

“Akan melayani mereka anak-anak muda yang tidak akan berubah keadaannya [17] Dengan membawa cangkir-cangkir dan ceret-ceret serta piala-piala yang berisi arak dari satu mata air [18] Mereka tidak akan pening karenanya dan tidak akan mabuk [19] Dan (dengan membawa) buah-buahan dari jenis yang mereka pilih [20] Dan (dengan membawa) daging burung dari jenis yang mereka maukan [21] Dan Hurun Ien (bidadari) – juga akan melayani mereka [22] Mereka itu seperti mutiara tersimpan [23] Sebagai balasan dengan sebab apa yang mereka telah lakukan [24].” ._S. Al-Waqi`ah (56) : 17 – 24.

3. b. Mereka diberi minuman dari bahan pilihan yang merupakan campuran dari bahan-bahan terpilih.

يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيْقٍ مَخْتُوْمٍ * خِتَامُهُ مِسْكٌج وَفِى ذلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ المُتَنَافِسُوْنَ * وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيْمٍ * عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا المُقَرَّبُـوْنَ *_المطفّفين : 25 – 28.

“Mereka diberi minum dari minuman keras yang tersegel. Segelnya misk; dan dalam soal itu hendaklah berlomba orang-orang yang berlomba. Sedang campurannya itu dari Tasniem. (Ialah) Satu sumber yang minum padanya itu orang-orang yang didekatkan.” ._S. Al-Muthaffifin (83) : 25 – 28.

4. Duduk-duduk di tempat yang tinggi.

وُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ * لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ * فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ * لاَ تَسْمَعُ فِيْهَا لغِيَةً * فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ * فِيْهَا سُرُرٌ مَرْفُوْعَةٌ * وَ أَكَوَابٌ مَوْضُوْعَـةٌ * وَنَمَارِقُ مَصْفُوْفَـةٌ * وَزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ *  _الغاشية: 8 – 16.

“Beberapa wajah pada hari itu kelihatan nikmat-nikmat [8] Karena usahanya yang diridlai [9] Di dalam jannah yang tinggi [10] Kamu tidak mendengar padanya sesuatu yang sia-sia [11] Padanya ada mata air yang  mengalir [12] Padanya ada tempat-tempat duduk yang tinggi [13] Dan gelas-gelas yang ditaruhkan [14] Dan bantal-bantal yang terbaris [15] Dan permadani yang terhampar [16].” ._S. Al-Ghasyiyah (88) : 8 – 16.

5. Duduk berhadapan tanpa rasa benci.

إِنَّ المُتَّقِيْنَ فِى جَنّةٍ وَ عُيُوْنٍ * ادْخُلُوْهَابِسَلاَمٍ ءَامِنِيْنَ * وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُوْرِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِيْنَ * لاَ يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بَمُخْرَجِيْنَ *_الحجر: 45–48.

“Sesungguhnya orang-orang yang taqwa itu berada di kebun-kebun dan sumber-sumber [45] Kalian masuklah ke dalamnya dengan aman dan selamat [46] Dan Kami cabut apa yang ada di dalam dada-dada mereka dari rasa ghill (tidak senang kepada orang lain); mereka bersaudara, di tempat duduk berhadap-hadapan [47] Tidak mengenai mereka padanya itu kepayahan dan tidaklah mereka itu akan dikeluarkan darinya [48]” ._S. Al-Hijr (15): 45 – 48.

6. Jodoh-jodoh ahli jannah.

إِنَّ المُتَّقِيْنَ فِى مَقَامٍ أَمِيْنٍ * فِى جَنّاتٍ وَ عُيُوْنٍ * يَلْبَسُوْنَ مِنْ سُنْدُسٍ وَّإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِيْنَ * كَذلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ * يَدْعُوْنَ فِيْهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِيْنَ * لاَ يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا المَوْتَ إِلاَّ المَوْتَةَ الأُوْلَى وَوَقَيهُمْ عَذَابَ الجَحِيْمِ * فَضْلاًَ مِنْ رَبِّكَج ذلِكَ هُوَ الفَوْزُ العَظِيْمُ_الدخان: 51 – 57.

“Sesungguhnya orang-orang yang taqwa itu di tempat yang aman [51] Di dalam kebun-kebun dan sumber-sumber [52] Mereka mengenakan pakaian sutera tipis dan sutera tebal, berhadap-hadapan [53] Begitulah! Dan Kami jodohkan mereka dengan Hurin `Ien [54] Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman [55] Mereka tidak merasakan kematian padanya, kecuali kematian di dunia dulu; dan Dia menjaga mereka dari adzab Jahiem [56] Sebagai karunia dari Pemeliharamu; yang demikian itulah kebahagiaan yang besar [57].” ._S. Ad-Dukhan (44) : 51-57.

7. Pakaian dan perhiasan ahli jannah.

إِنَّ اللهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ جَنّتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَ لُؤْلُؤًا وَ لِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ_الحجّ : 23.

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam kebun-kebun yang mengalir padanya beberapa sungai; dikenakan kepada mereka di sana itu gelang-gelang dari emas dan mutiara, sedang pakaian mereka padanya itu kain sutera” ._S. Al-Hajj (22) : 23.

8. Kebun bernaung yang luas.

وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَ جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّموَاتُ وَ الأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ * الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّاءِ وَ الضَّرَّاءِ وَ الكَاظِمِيْنَ الغَيْظَ وَ العَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ المُحْسِنِيْنَ * وَالَّذِيْنَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوْا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوْا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ وَ مَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اللهَ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلَى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ * أُولئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَبِّهِمْ وَ جَنّتٌ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الأَنْـهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَاج وَ نِعْمَ أَجْرُ العَامِلِيْنَ _آل عمران: 133 – 136.

“Dan bersegeralah kalian menuju kepada tempat pengampunan Pemelihara kalian dan kebun yang luasnya seluas langit-langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang bertaqwa [133] (Ialah) orang-orang yang berinfaq dalam keadaan longgar maupun kepayahan, dan orang-orang yang menahan kemarahan dan memaafkan manusia; dan Allah itu senang kepada orang-orang yang berbuat baik [134] Dan orang-orang yang apabila memperbuat kekejian atau menganiaya diri mereka, mereka ingat Allah, lalu mereka memohon ampun untuk dosa-dosa mereka -karena tidaklah ada siapa pun yang bisa mengampunkan dosa-dosa selain Allah- dan mereka tidak berkekalan atas apa yang mereka perbuat, sedang mereka mengetahui [135] Mereka itu, balasan mereka adalah ampunan dari Pemelihara mereka dan kebun-kebun yang mengalir padanya beberapa sungai, dalam keadaan kekal padanya; dan itu adalah sebaik-baik ganjaran orang yang beramal [136]”_S. Ali Imran (3) : 133 – 136.

سَابِقُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالأَرْضِلا أُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِقلى ذلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُقلى وَاللهُ ذُو الفَضْلِ العَظِيْمِ *_الحديد: 21.

“Kalian bersegeralah kepada pengampunan dari Pemelihara kalian dan kebun yang luasnya itu seluas langit-langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang beriman kepada Allah dan kepada para RasulNya; itu adalah karunia Allah yang Dia memberikannya kepada siapa saja yang dia kehendaki; dan Allah itu mempunyai karunia yang besar.” ._S. Al-Hadid (57) : 21.

*** Wallahua’lam ***



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *