Bolehkah Bom Bunuh Diri Dalam Islam? Baca Disini!

bolehkah bom bunuh diri

bolehkah bom bunuh diri?

Pertanyaan:

Apa dibenarkan oleh syariat kalau jihad Dengan cara melakukan bom diri ?

Jawaban:

Nomor satu, bunuh diri itu tidak boleh. Orang yang melakukan bunuh diri itu nanti kekal di dalam neraka dengan keadaan seperti dia membunuh dirinya sendiri, menurut hadis Rasulullah, bukan menurut saya.

Adapun berjihad dengan melawan musuh walaupun musuhnya besar dan kelihatan lebih kuat tidak termasuk bunuh diri, karena tujuannya bukan bunuh diri. Tetapi kalau tujuannya bunuh diri, maka dia tetap dosa, tidak boleh. Kalau dia berbuat untuk berjihad, berjihad itu ada syaratnya, salah satu syaratnya ialah bahwa berjihad itu dia harus menjalani Din dengan benar, niatnya benar dan ada yang memimpin.  jadi tidak ada jihad pribadi, paling tidak ada sesuatu yang membolehkan dia dan menyuruh dia. Di zaman Nabi orang berjihad tentu dengan izin dan perintah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Walaupun jihad itu merupakan suatu kewajiban, tetapi ada syarat-syaratnya.

Saya sisipkan sedikit, pada suatu waktu, beberapa tahun yang lalu di kota Solo di kantor eks karesidenan, saya diminta hadir dalam satu diskusi. Pembicaranya ada 3 orang salah satunya saya, diminta untuk menerangkan bagaimana hukum jihad dalam kerangka ke-indonesiaan ini. Saya sampaikan dalilnya ini, ini dan ini dan  kesimpulannya jihad itu wajib.

Tiba-tiba dari kalangan hadirin ada yang mengatakan, “Ustadz, saya tidak setuju!”

Saya menjawab, “Saudara tidak setuju itu bukan urusan saya. Saya datang ke sini disuruh menerangkan bagaimana hukumnya. Saya sudah menyampaikan dan saya sudah menerangkan, tugas saya sampai di situ. Bahwa saudara tidak mau menerima bukan urusan saya, urusan saudara dengan Allah Ta’ala.” Bagaimana bisa jihad itu tidak wajib, Allah saja mengatakan “Kutiba alaikumush shiyamu” Lah koq semua orang pada puasa? Baik laki-laki yang beriman ataupun perempuan. Sekarang di ayat yang lain “kutiba ‘alaikumul qital” ya wajib sama hukumnya, soal anda tidak setuju itu urusan anda. Kalau anda merasa tahu ya pakai ilmu anda itu. Saya merasa tahu, ya saya sampaikan pada anda semuanya apa yang saya tahu. Anda menerima atau tidak bukan urusan saya, karena saya datang ke sini sesuai dengan permintaannya untuk menerangkan itu.

Lah terus bagaimana? Kita tiba-tiba datang terus kita ngebom gitu?

Yang bilang gitu lak menurut anda, saya kan tidak bilang begitu, untuk berjihad itu ada syarat-syaratnya. “Kutiba alaikumush shiyamu” ayo sekarang kita puasa! Ya tidak, ada aturanya; kapan puasa? Nanti bulan Ramadhan. Bagaimana caranya? Ada tertibnya, ada syaratnya ada rukunnya. Begitu juga dengan jihad ini. Tidak tiba-tiba jihad, terus pulang  ambil belerang, keluar, ada musuh dibacoki, yang mana musuhnya? Kesimpulanya semua ada aturan-aturannya.

(Ditulis ulang oleh Abdul Lathif Muhammad Iqbal dari video Tanya jawab pada acara pengajian pagi Ramadhan tahun 1441 H)

Untuk menyimak video lengkapnya, silakan klik tautan berikut ini:

Jangan lupa, komen, Like dan Subscribe apabila video ini bermanfaat untuk anda

Barakallah fikum ajma’in

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *