Deretan Kejahatan Perang Penjajah Zionis Israel yang Terbukti Melanggar Hukum Internasional

Kantor Media Pemerintah Palestina, pada hari Ahad, 25 Februari 2024 menerbitkan data-data yang menunjukkan bahwa Penjajah Israel telah melakukan 19 jenis kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang melanggar hukum internasional terhadap warga sipil Palestina.

Kejahatan-kejahatan ini merupakan pelanggaran independen, sekaligus unsur-unsur kejahatan genosida yang dilakukan penjajah Israel selama agresinya di Jalur Gaza selama hampir lima bulan.

Kejahatan yang paling menonjol dapat disorot sebagai berikut:

Pertama: Kejahatan terhadap warga sipil:

1. Pembunuhan yang disengaja:

Penjajah Israel telah membunuh 30.000 warga sipil, yang mana sebagian besar yang menjadi korban adalah anak-anak dan perempuan baik dengan sengaja menyerang mereka maupun melalui pembunuhan secara kriminal di luar proses hukum.

2. Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi:

Penjajah Israel menahan 2.600 tahanan, dan terdapat banyak saksi yang membenarkan bahwa para tahanan itu disiksa, diperlakukan dengan tidak manusiawi, kasar, dan merendahkan martabat.

Sebuah gambaran baru muncul tentang warga Palestina yang diculik oleh militer Israel dari Khan Yunis di Gaza. Para tahanan muncul dengan pakaian putih sekali pakai, mata tertutup, bertelanjang kaki, dan dengan nomor tertulis di punggung mereka.

3. Deportasi atau pengusiran paksa:

Penjajah Israel memaksa 2 juta warga Palestina mengungsi dari rumah dan tempat tinggal mereka.

Gambar: Pengungsi berebutan makanan yang dibawa truk bantuan

 4. Penyanderaan dan menjadikan sandera sebagai tameng hidup: Penjajah Israel menjadikan ratusan warga sipil sebagai tameng manusia selama agresi, terutama di lingkungan Al-Zaytoun, Sheikh Radwan, Al-Nasr, kamp Al-Maghazi, dan wilayah barat Gaza.

5. Menyerang warga sipil atau sasaran sipil:

Penjajah Israel jelas melakukan ratusan ribu pemboman terhadap warga sipil menajdikan mereka sebagai sasaran, terutama fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, masjid, gereja, dan lainya

 6. Pelecehan Seksual:

Penjajah Israel ribuan kali melakukan pelecehan seksual, baik kepada perempuan, dan anak-anak. Pasukan Zionis melucuti pakaian mereka, memaksa mereka telanjang, dan memindahkan mereka dengan cara yang merendahkan martabat mereka ke daerah perbatasan, dan mempermalukan mereka.

7. Kelaparan sebagai metode peperangan:

Penjajah Israel telah mempraktikkan metode penyerangan dengan kelaparan sejak awal perang genosida, terutama di wilayah Utara dan Gaza, dengan melakukan pengepungan ketat terhadap seluruh penduduk Jalur Gaza. Bahan makanan pokok akhirnya sulit didapatkan. Mereka juga berupaya mencegah masuknya bantuan makanan, menembaki bus yang mencoba mengantarkan makanan, dan membunuh puluhan warga yang berusaha mendapatkan makanan dan bantuan tersebut.

8. Penggunaan senjata secara ilegal dan senjata yang dilarang secara internasional:

Penjajah Israel menjatuhkan 70.000 ton bahan peledak ke rumah-rumah persembunyian sipil di Jalur Gaza, menghapus seluruh blok pemukiman melalui serangan rudal dan senjata ilegal, termasuk apa yang disebut bom bodoh, juga seperti penggunaan fosfor putih, senjata termal, munisi tandan, dan rudal flechette terhadap warga Palestina

9. Kejahatan penghilangan pasukan:

Pasukan penjajah secara sewenang-wenang menangkap ribuan warga Palestina dari Jalur Gaza, yang sejauh ini diperkirakan berjumlah 2.600 orang, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, kemudian menolak memberikan informasi apa pun tentang nasib dan keberadaan mereka untuk menghilangkan perlindungan hukum bagi mereka.  

Kedua: Kejahatan terhadap obyek sipil yang dilindungi:

1. Penghancuran kota, desa, bangunan pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta bangunan keagamaan secara acak dan disengaja:

Penjajah Israel menghancurkan lebih dari 500 masjid dan gereja, lebih dari 300 universitas dan sekolah, lebih dari 360.000 unit perumahan sipil, lebih dari 31 rumah sakit, dan puluhan fasilitas sipil penting lainya.

2. Penjarahan properti publik atau pribadi:

Penjajah Israel mencuri lebih dari 300 juta shekel uang, emas, perhiasan, dan properti berharga dari warga yang sedang mengungsi atau sedang ditahan, atau mereka menjarah rumah mereka, fakta ini diakui oleh lembaga-lembaga Palestina dan beberapa media Israel sendiri.

 3. Menghancurkan kekayaan budaya dan bangunan bersejarah:

Penjajah Israel menghancurkan lebih dari 200 situs budaya, warisan, dan arkeologi, beberapa di antaranya telah berusia berabad-abad dan puluhan tahun lebih tua dari penjajah itu sendiri, termasuk beberapa yang berasal dari tahun 1400 dan 800 tahun yang lalu.

4. Menargetkan rumah sakit dan unit medis:

Penjajah Israel dengan sengaja mengarahkan serangan militer terhadap rumah sakit dan unit kesehatan di seluruh wilayah Jalur Gaza, sehingga membuat warga Palestina tidak mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup, dan menyebabkan penderitaan parah dan cedera serius pada kesehatan warga Palestina. Sebagai hasil dari target ini, 31 dari 35 rumah sakit tidak dapat beroperasi.

Ketiga: Kejahatan terhadap keadilan:

1. Merubah secara ilegal sistem hukum negara yang dijajah: Penjajah Israel melanggar semua hukum Palestina dan berupaya mengubahnya dengan cara yang melanggar hukum internasional.

2. Menyerang kru bantuan kemanusiaan: Penjajah Israel melakukan pelanggaran keji, pembunuhan, pembakaran, perusakan, dan penargetan terhadap kru kemanusiaan internasional dan lokal, dan juga menyerang banyak konvoi bantuan yang membawa institusi dan bantuan untuk warga sipil.

Keempat: Kejahatan lainnya:

1. Penahanan sewenang-wenang terhadap warga sipil Palestina serta tidak memberikan jaminan peradilan yang adil:

Banyak di antara mereka yang menjadi sasaran hukum “pejuang yang melanggar hukum”, yang melanggar hukum internasional.

2. Spionase:

Penjajah Israel secara terang-terangan, ilegal, dan tidak etis memata-matai warga sipil dan semua institusi sepanjang waktu.

3. Pengkhianatan:

Penjajah Israel melakukan ribuan kali pengkhianatan terhadap warga sipil dan anak-anak. Contoh yang paling kecil adalah mengundang warga sipil untuk menuju ke daerah yang aman, dan ketika mereka menuju ke daerah yang diklaim aman oleh penjajah, maka penjajah akan membombardir dan membunuh mereka.

Gambar: Serangan Udara Rezim Zionis di Kota Rafah, daerah yang diklaim zionis sebagai wilayah yang aman (sumber: Al-Jazair)

4. Penggunaan senjata terlarang:

Penjajah Israel menggunakan lusinan senjata yang dilarang dan senajata-senjata tersebut telah dilarang secara internasional, yang paling sering adalah fosfor putih dan bom bodoh, yang mereka gunakan untuk menyerang anak-anak, perempuan, dan warga sipil.

Gambar: Semburan Bom Fosfor Putih yang digunakan Zionis Israel untuk menyerang warga sipil (sumber: Human Right Watch)

Kantor Media Pemerintah

Minggu, 25 Februari 2024

Tinggalkan komentar