Doa Allahumma Arinal Haqqa Haqqa Warzuqnattiba’ah Penjelasan, Tulisan Arab, dan Artinya


Taufiq itu datangnya dari Allah

Ustadz Ahmad Khumaini dalam salah satu majelis tafsir, beiau menyampaikan bahwa: “Tak bisa kita melangkah kepada kebaikan tanpa Taufiq dari Allah”

Dalam sebuah hadis disebutkan:

أَلا أُخْبِرُكَ بتفسيرِ لا حولَ ولا قوةَ إلا باللهِ؟ لا حولَ عن معصيةِ اللهِ إلا بعِصْمَةِ اللهِ، ولا قوةَ على طاعةِ اللهِ إلا بعَوْنِ اللهِ، هكذا أخبرني جبريلُ يا ابنَ أُمِّ عَبْدٍ

الراوي: عبدالله بن مسعود • الألباني، ضعيف الجامع (٢١٥٤) • ضعيف جداً • أخرجه البزار (٢٠٠٤)

Artinya:

Maukah  Aku mengabarimu tentang tafsir kata laa haula wa laa quwwata illa billah?. laa haula: tiada daya untuk meninggalkan maksiat, wala quwwata: tiada kekuatan untuk taat, kecuali dengan pertolongan Alloh. Seperti inilah Jibril memberitahukan kepadaku, wahai Ibnu Ummi Abdin (yakni Abdullah bin Mas’ud)

Takhrij: Hadis ini diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radliyyahu ‘anhu. Hadis ini dikeluarkan oleh Al-Bazzar (hadis ke 2004). Hadis ini dinilai dlaif oleh Al-Albani dalam kitab Dla’iful Jami (hadis ke 2154).

Ustadz Abu Zaidan menyebutkan bahwa hadis ini secara sanad memang berderajat dla’if akan tetapi makna hadis ini shahih, wallahu a’lam.

Hadis tersebut di atas menerangkan bahwa seorang Muslim mampu melakukan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan itu merupakan wujud hidayah Taufiq yang datang dari Allah.

Doa Allahumma Arinal Haqqa Haqqa warzuqnattiba’ah dst

Telah masyhur di kalangan Muslimin sebuah doa untuk senantiasa meminta petunjuk dan hidayah Taufiq dari Allah Ta’ala.

Doa tersebut berbunyi:

اللهم أرنا الحق حقاً، وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلاً، وارزقنا اجتنابه، ولا تجعله ملتبساً علينا فنضل، واجعلنا للمتقين إماما

Allahumma Arinal Haqqa haqqan warzuqnattibaa’ah wa Arinal Bathila Bathilan warzuqnajtinaabah, wa taj’alhu multabisan ‘alaina fa Nadlilla, waj’alna lil Muttaqiina Imaaman.

 Artinya:

Ya Allah perlihatkanlah kepada kami kebenaran dan anugerahilah kami (kemampuan) untuk mengikutinya. Dan perlihatkanlah kami kebatilan dan anugerahilah kami (kemampuan) untuk menjauhinya. Dan janganlah Engkau mejadikan kebatilah itu menjadi samar-samar, maka kami akan tersesat. Dan jadikanlah orang-orang yang bertaqwa sebagai imam (pemimpin) kami.

Hadis tersebut menerangkan:

  1. Doa Meminta kepada Allah kemampuan untuk memilah dan memilih antara kebaikan dan keburukan.
  2. Doa meminta anugerah dari Allah untuk bisa melakukan kebaikan
  3. Doa meminta anugerah dari Allah untuk bisa meninggalkan keburukan.
  4. Doa berharap supaya keburukan itu tidak samar-samar. konsekwensinya kalau keburukan itu samar lalu kita mengkutinya maka kita akan tersesat.

Ustadz Abu Zaidan menyebutkan bahwa doa tersebut belum ditemukan sebagai doa yang pernah diucapkan oleh Nabi.

Al-Buhuti  dalam kitab Syarah Muntahal iraadaat (3/497) menyebutkan bahwa doa tersebut adalah doa yang diucapkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radliyallahu anhu.

Ibnu Katsir tatkala menerangkan ayat 213 surat Al-Baqarah (1/444), beliau mengatakan  bahwa doa tersebut adalah doa ma`tsur’

An-Nawawi juga menuliskan doa tersbut di dalam kitab beliau yang berjudul Al-Adzkar.  

Oleh: Ustadz Abu Zaidan

Disusun ulang oleh: Muhammad Iqbal

Tinggalkan komentar