EMAS; Eksistensi, Silaturahmi dan Inspirasi

Oleh: Bilal Fahrurrozi

Hari ini, 17 April 2024 yang bertepatan dengan 8 Syawwal 1445 H alumni Ma’had Al Islam Surakarta punya gawe besar. Melalui alumni-alumni senior, mereka berusaha mengumpulkan kembali ‘balung pecah’ mulai dari alumni generasi pertama hingga generasi 36 yang baru lulus. Gawe besar ini dinamakan dengan EMAS – Eksistensi Ma’had Al Islam Surakarta.

EMAS adalah Eksistensi


Alumni Ma’had Al Islam yang hadir pada kegiatan ini berkisar 700 peserta. Dari jumlah yang lumayan besar ini menunjukkan bahwa Ma’had Al Islam Surakarta sudah mulai menunjukkan eksistensinya. Ustadz Ayyub yang merupakan salah satu assabiqunal awwalun ma’had ini menyampaikan apresiasinya yang luar biasa atas diselenggarakannya kegiatan EMAS ini. Diharapkan kegiatan ini tidak terhenti pada tahun ini saja, namun juga bersambung pada tahun-tahun berikutnya. Beliau juga menyampaikan bahwa dengan kegiatan silaturahmi seperti ini, semangat dakwah antar alumi diharapkan akan semakin meningkat dan sinergi semakin kuat.

EMAS adalah Silaturahmi


Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh Pengasuh Ma’had Al Islam Surakarta, Al Ustadz KH. Mudzakkir hafidzahullah. Pada kesempatan kali ini, seluruh alumni putra berkesempatan untuk menjabat tangan hangat beliau. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ta’dhim seluruh alumni kepada guru yang sudah memberikan bekal ilmu. Tanpa para guru, tidak mungkin seluruh alumni bisa disatukan dalam ikatan ukhuwan dan iman yang luar biasa.


Setelah sesi jabat tangan selesai, Al Ustadz meyampaikan beberapa untaian nasehat. Beliau selalu menyampaikan kepada seluruh muridnya untuk tidak meninggalkan sifat takwa. Termasuk dalam kegiatan hari ini, semua harus dilandasi dengan takwa. Salah satu bentuk takwa yang tidak boleh ditinggalkan juga ialah selalu merasa rakus dengan ilmu. Thalabul ilmi atau ngaji itu tidak boleh berhenti hanya karena selesai mondok. Mondok atau tidak, ngaji tetap berlanjut. Beliau menutup nasehat hari ini dengan pesan yang sangat tulus. ‘Jangan sampai kumpulan alumni ini menjadi firqah tersendiri. Jangan pula memiliki prasangka bahwa yang tidak masuk sini berarti ia buruk’, semua harus bersinergi demi kebaikan Islam dan muslimin.

Gambar: Al-Ustadz KH Mudzakir menyampaikan Taushiyyah

Gambar: Antrian ber-salaman bersama Gurunda Syekhana Al-Ustadz KH. Mudzakir

EMAS adalah Inspirasi


Rangkaian kegiatan EMAS berikutnya adalah penyampaian inspirasi dakwah dan maisyah dari beberapa alumni. Inspirasi dakwah dimulai dari Ust Abdul Wahhab yang dengan gigihnya berjuang di ladang TPQ dengan LKG TPQ nya. Cangkupan dakwah beliau tidak hanya berhenti di lingkungan Surakarta saja, namun sudah menasional. Disusul berikutnya oleh pemaparan Ustadz Idris Saputra yang dengan semangat yang tinggi berhasil berdakwah hingga ke Negeri Sakura. Ust Farid memaparkan gerakan menghafal juz amma yang dinamakan dengan GIMJA. Gerakan ini bergerak di bidang menghafal juz amma. Mengapa juz amma ? Juz inilah yang bisa diterima oleh semua kalangan dari semua umur sehingga diharapkan semua golongan bisa terangkul melalui gerakan ini. Inspirasi dan motivasi ditutup dengan Ustadz Ja’far Sahaley yang dengan semangat serta gaya penyampain beliau yang khas berhasil memanaskan ghirah dakwah seluruh peserta.

inspirasi Dakwah

Gambar: Ustadz Bilal Fahrurrozi (penulis)

Gambar: Ustadz Idris Saputra dakwah sampai negeri Sakura

Gambar: Ustadz Abdul Wahhab bersama LKG Soloraya yang bergerak dalam bidang TPQ

Gambar: Ustadz Farid dengan gerakan Gimja (Gerakan Indonesia Mengahafal Juz Amma)

Inspirasi Bisnis

Inspirasi selanjutnya datang dari para alumni yang bergerang di bidang maisyah sebagai penopang dakwah. Bagaimanapun, mau atau tidak mau, dakwah akan selalu membutuhan dana. Tanpa dana, ia akan berjalan di tempat. Di bagian inilah, beberapa alumni mulai mengambil peran. Ada yang bergerak di bidang laundry, baju batik, suplier dan perbaikan alat jahit hingga suplier produk kebab.

Gambar: Mas Muhammad Ihsan; Owner Jasa Loundry

Gambar: Mas Muhammad Abdullah; owner dan founder Kababa

Diharapkan dengan banyaknya inspirasi yang ada dapat menambah semangat alumni untuk berkolaborasi.

2 pemikiran pada “EMAS; Eksistensi, Silaturahmi dan Inspirasi”

  1. Maa syaa Allah..
    Semoga kalimat indah itu bisa mewakili lisan yang tak lagi mampu berkata² mengungkapkan semua ini..

    Sebuah harapan.. semoga tahun depan dapat diselenggarakan lagi ya, min..

    Jazakumullah khairan

    Balas

Tinggalkan komentar