Hadis Arbain Nawawiyyah 1


Lafal dan Arti

Dari Amirul Mu`minin, Abu Hafsh, Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إنَّما الأعمالُ بالنِّيَّاتِ وإنَّما لِكلِّ امرئٍ ما نوى فمن كانت هجرتُهُ إلى اللَّهِ ورسولِهِ فَهجرتُهُ إلى اللَّهِ ورسولِهِ ومن كانت هجرتُهُ إلى دنيا يصيبُها أو امرأةٍ ينْكحُها فَهجرتُهُ إلى ما هاجرَ إليْهِ

Artinya:

Tiada lain amalan itu tergantung niatnya. Tiada lain setiap orang mendapatkan apa saja yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka dia akan mendapatkan ridlo Allah dan Rasul-Nya. Maka Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya hanya kepada yang dia tuju saja. (HR. Bukhari dan Muslim)

Keterangan singkat:

Hadis ini bicara tentang pentingnya niat dan pentingnya ikhlas karena Allah. Maka hadis ini dijadikan hadis pertama kitab Arbain Nawawiyyah ini, supaya kita faham bahwa apapun yang kita lakukan, seperti mempelajari hadis hendaklah ikhlas karena Allah Ta’ala. Karena kalau tidak ikhlas tidak ada nilainya di hadapan Allah Ta’ala.

Maksud perkata:

(Tiada lain amalan itu tergantung niatnya): sah atau tidaknya amalan itu tergantung niat kita. Baik atau buruknya amal itu tergantung niatnya. Seseorang melakukan puasa dengan niatan puasa, maka sah sebagai puasa. Akan tetapi kalau dia melakukan puasa tanpa niat puasa, misalnya dari shubuh sampai maghrib tidak pernah makan samasekali, tapi tanpa ada niatan puasa, maka itu bukan puasa dan itu tidak sah sebagai puasa.

(Tiada lain setiap orang mendapatkan apa saja yang dia niatkan): hadis ini dijadikan dalil para Ulama bahwasanya kita bisa menggabungkan dua niat dalam satu amalan, apabila amalan itu bukan amalan yang berdiri sendiri. Misalnya: ketika kita masuk ke Masjid sebelum shalat shubuh (setelah adzan), kita bisa menghadirkan 4 niat dalam shalat 2 raka’at yang kita lakukan:

  1. Tahiyyatul Masjid (karena masuk masjid)
  2. Syukrul Wudlu (mensyukuri wudlu karena habis wudlu)
  3. Qabliyyah Shubuh/shalat Sunnah fajar
  4. Shalat Istikharah (misal mau mengisi kajian dst.)

4 niatan ini dia dapatkan dengan satu amalan, karena sabda Nabi (Tiada lain setiap orang mendapatkan apa saja yang dia niatkan).

Dari sabda Nabi inilah terdapat sebuah kaidah:

تعداد النيات تجارة العلماء

Artinya:

Memperbanyak niat adalah bisnisnya para Ulama

(Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka dia akan mendapatkan ridlo Allah dan Rasul-Nya. Maka Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya hanya kepada yang dia tuju saja): pada akhir hadis ini, Nabi tidak lagi menyebut dunia dan wanita, karena itu sesuatu yang remeh hingga beliau sengaja tidak sebut-sebut lagi keduanya. Padahal di saat beliau menyebut hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, beliau mengulangi lagi pahala hijrahnya akan mendapatkan keridlaan dari Allah dan Rasul-Nya. Hal ini menunjukkan pentingnya hijrah karena Allah dan Rasul-Nya.

Tambahan:

Sebagian orang menyebutkan bahwa hadis ini ada sababul wurud-nya, yaitu ada seseorang laki-laki dari Makkah hijrah ke Madinah untuk menikahi wanita bernama Ummu Qois, maka orang tersebut dijuluki Muhajir Ummi Qais (orang yang berhijrah untuk menikahi Ummu Qois)

Komentar:

Hadis tentang sababul wurud tersebut adalah hadis dlaif. Hadis tersebut sama sekal tidak mengatakan bahwasanya Muhajir Ummi Qois adalah sababul wurud untuk hadis ini.

Oleh: Ustadz Abu Zaidan

Editor: M. Iqbal

baca juga https://mediaalislam.com/mukaddimah-tentang-penulisan-kitab-arbain-nawawiyyah/

Untuk menyimak keterangan hadis 1 Arbain Nawawiyyah bersama Ustadz Abu Zaidan (UAZ) silakan klik tautan berikut:

Tinggalkan komentar