KH. Mudzakir: Perayaan Tahun Baru adalah Bentuk Ibadah kepada Syaithan


Dalam Khutbah Jumat, 15 Jumadil Akhir 1445 H, KH. Mudzakir memperingatkan Muslimin untuk tidak mengikuti tipuan dan ajakan Syaithan dengan melakukan perayaan tahun baru.

Beliau menyebutkan bahwa perayaan tahun baru yang biasanya dilakukan dengan meniup terompet, berjoged-joged dan bernyanyi-nyayi, adalah seperti orang yang sedang berdoa kepada tuhannya.

‘Maka apapun juga meskipun dalam urusan dunia, dalam urusan yang kelihatannya tidak menyangkut dengan masalah ibadah sama sekali, seperti perayaan tahun baru. Orang-orang rame-rame menyambut tahun baru. Mereka meniup terompet seperti orang-orang Yahudi, menyanyi-nyanyi, berjoged-joged, seolah mereka berdoa kepada Tuhan mereka.

Bahkan beliau mengatakan bahwa Perayaan Tahun Baru merupakan bentuk ibadah kepada Syaithan.

“Banyak manusia, nanti sampeyan akan dapati di lapangan, di jalanan sampai tengah malam, mereka menunggu pergantian tahun; itulah ibadah mereka kepada Syaithan, mengikuti yang disuruhkan oleh Syaithan sesuatu yang tidak akan bermanfaat buat mereka, bahkan membikin madlorot buat mereka, merendahkan mereka baik di dunia ini sampai di akhirat nanti.”

Beliau menyebutkan bahwa perayaan tahun baru bukanlah ajaran Al-Islam, bukan pula ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Perayaan tahun baru merupakan ajaran Yahudi dan Nashara dan orang-orang kafir yang lainya.

Beliau memperingatkan Muslimin untuk jangan sampai mereka latah mengikuti perbuatan tersebut. Perbuatan itu bukan perkara yang sepele, karena Nabi Muhammad sudah diperingatkan untuk menyampaikan kepada kita untuk patuh dengan apa yang sudah menjadi keputusan Allah dan Rasul-Nya (membaca Surat An-Nisa` ayat 65) dan perayaan tahun baru bukan ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Tinggalkan komentar