Kantor Media Gaza: Israel menjatuhkan 65.000 ton bahan peledak terhadap warga sipil di Jalur Gaza


Kantor Media Gaza melaporkan bahwa tentara Israel melakukan pemboman menyeluruh di Jalur Gaza, menggunakan lebih dari 45.000 rudal dan bom berbobot 65.000 ton. Penargetan kawasan pemukiman yang disengaja terjadi selama perang genosida yang berlangsung selama 89 hari. Sebagian besar amunisi yang dikerahkan tidak terarah, sehingga melanggar hukum internasional.

Pada hari Rabu (03/12/2023) Kantor Media Gaza mengatakan bahwa penjajah Israel telah membombardir Jalur Gaza dengan lebih dari 45.000 rudal dan bom yang beratnya lebih dari 65.000 ton.

“ Pesawat pendudukan menjatuhkan lebih dari 45.000 rudal dan bom raksasa, beberapa di antaranya berbobot dua ribu pon bahan peledak, selama perang genosida komprehensif di Jalur Gaza, dengan sengaja menargetkan seluruh wilayah pemukiman ,” katanya. “Berat bahan peledak yang dijatuhkan tentara di Jalur Gaza melebihi 65.000 ton, lebih besar dari berat dan kekuatan tiga bom nuklir seperti yang dijatuhkan di kota Hiroshima, Jepang.”

Kantor tersebut mengatakan sekitar “dua pertiga dari bom dan rudal tersebut … tidak terarah dan tidak tepat, yang umumnya dikenal sebagai bom bodoh.”

Laporan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bom semacam itu menunjukkan “penargetan yang disengaja atas pembunuhan yang tidak pandang bulu dan tidak dapat dibenarkan oleh pendudukan, sebuah pelanggaran yang jelas dan eksplisit terhadap hukum internasional dan berbagai konvensi internasional.”

Varian Senjata yang digunakan Penjajah Zionis

Kantor tersebut mendokumentasikan penggunaan sekitar sembilan bom dan rudal yang digunakan oleh Zionis Israel padahal bom tersebut dilarang secara internasional untuk membombardir warga sipil, anak-anak dan wanita.

Bom-bom yang diidentifikasi oleh kantor tersebut termasukdiantaranya ” bom penghancur bunker jenis (BLU-113), penghancur bungker jenis (BLU-109), bom penghancur benteng jenis (SDBS), Bom Amerika (GBU-28), Rudal ‘Halper’, bom berpemandu sistem GPS untuk menghancurkan infrastruktur, bom fosfor putih yang dilarang secara Internasional, bom bodoh atau tidak terarah, dan Bom Pintar JDAM.

Efek dari Bombardir bar-bar Zionis Israel

Laporan tersebut mencatat bahwa bom-bom tersebut menyebabkan:

pembunuhan massal dan cedera yang menimbulkan korban sebanyak-banyaknya dalam hitungan detik, seperti yang terjadi di wilayah Al-rimal Al-Shamali, Jabaliya, Al-Shijaiyyah.”

“juga menyebabkan kerusakan permanen pada mereka yang menjadi korban, seperti cacat permanen, atau amputasi dan hal ini terlihat pada korban di semua rumah sakit.”

“serta resiko pencemaran lingkungan akibat pelepasan radiasi beracun. yang mencemari udara, air dan lingkungan selama bertahun-tahun mendatang.”

Kantor media mendesak komunitas internasional dan organisasi internasional untuk “menghentikan perang genosida komprehensif yang dilancarkan oleh tentara penjajah Zionis Israel terhadap warga sipil , anak-anak, dan perempuan selama 89 hari agresi berkelanjutan.”

Sumber:

https://www.trtworld.com/middle-east/live-blog-israel-dropped-65000-tonnes-of-bombs-in-genocidal-war-on-gaza-16522484

https://twitter.com/PalestineNW/status/1742613122513338503

Tinggalkan komentar