KULTUM SELEPAS SOLAT

KULTUM SELEPAS SOLAT

Oleh: Abu Zaidan

YANG MENILAI BID’AH:
Beralasan karena yang ceramah selepas solat dulu adalah Nabi, bukan dijadwal.

Keterangan: Jika bagitu, maka mestinya mereka juga membid’ahkan jadwal khutbah jumat, karena dulu Nabi sendiri yang khutbah jumat, ied, kusuf, dll.

YANG MEMBOLEHKAN:
beralasan karena Nabi kadang kultum selepas shalat.

Seringkali beliau habis subuh bicara soal tafsir mimpi.

Pernah abu bakar yang menafsirkan mimpi yang diceritakan, berarti Nabi menyimak kultum abu bakar saat itu.

Kadang ada sahabat Nabi ceramah di depan Nabi:

١- [عن عدي بن حاتم الطائي:] أنّ خطيبًا خطب عندَ النبيِّ ﷺ فقال من يُطِعِ اللهَ ورسولَه فقدْ رشد ومَن يَعْصِهِما فقال قمْ أو اذهب بئسَ الخطيبُ أنتَ.
أبو داود (ت ٢٧٥)، سنن أبي داود ١٠٩٩

Artinya: Seorang Khothib sedang berkhutbah di hadapan Nabi, dalam khutbahnya dia berkata, ‘Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sugguh dia telah mendapatkan petunju, dan barangsiapa memaksiati keduanya…,’ Lalu Nabi bersabda, “Berdirilah atau pergilah, seburuk-buruk Khotib adalah kamu.” HR Abu Dawud (shahih).

Keterangan: Masalah seperti ini adalah termasuk khilafiyah kontemporer, karena tidak terjadi di masa lalu.

Solusi: Jika imam masjid mengizinkan, berarti pengkultum adalah wakilnya imam, dan wakil hukumnya sama dengan yang mewakilkan, maka BOLEH InsyaAllah. Wallahu alam.

Tinggalkan komentar