Mukmin Yang Kuat ( Orang Beriman Yang Kuat) Dalam Hadits Nabi

MUKMIN YANG KUAT LEBIH BAIK DIBANDING YANG LEMAH

((المؤمن القوي خيرٌ وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف، وفي كلٍ خير، احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيءٌ فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا وكذا ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن (لو) تفتح عمل الشيطان ))

Mukmin Yang Kuat – Redaksi dari hadis diatas tentunya tak asing lagi bagi kita. Mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lembek dari segala aspek. Mulai dari aspek ibadah, inteligence, sampai exercise seorang mukmin dituntut jadi oke. Kenapa? Karena kontribusi mukmin yang kuat lebih besar dari mukmin yang lemah. Makanya ketika seorang sahabat bertanay “Wahai Rosululloh, siapakah manusia paling utama?”  beliau menjawab “ Seseorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya.”

Ya, karena mukmin tersebut mempunyai nilai lebih. Dai berjuang dari dua aspek, sedangkan mukmin yang membawa badan saja tentunya kalah satu poin, apalagi yang cuman duduk mnais dirumah. Dalam pembagian ghanimah pun begitu. Jatah terbesdar didapat oleh yang terbaik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Maka seorang mukmin mempunyai sebuah visi, sebagaimana sabda nabi “Ihrish ‘alaa maa yanfauka” jadilah jiwa yang rakus pada apa yang bermanfaat bagimu..”   Tentunya bukan menjadi seorang TopCer dalam berebut makanan atau harta. Tidak! Itu masalah rakus dengan sesuatu yang bermanfaat. Ia “nyerobot” ketika memasuki pintu –pintu kebaikan. Ia”nyerobot” ketika melihat jalan- jalan menuju surga. Ia tak mau kalah ketika temannya meraih sebuah peluang kebaikan dan ia sering menjadi sang juara dalam kompetisi yang diserukan Allah. Musabaqoh ilallah./

Kemudian “Wasta’in billahi walaa ta’jaz” bagitu sabda nabi selanjutnya. Disinilah muncul aspek iltija’ yang menjadi unsur penting seorang mukmin. Dia tak sekedar strong saja. Dia bukan seorang yang “rumongso iso” tapi “iso rumongso” alias kenal diri. Dia hanya manusia biasa  yang lemah dihadapan Allah. Dia merasa hanya Allahlah temapt bergantung dan kepadaNyalah ia meminta. Dengan mengenal kelemahan diri dihadapan Allah, seorang mukmin justru bertambah kuat.  Karena dia faham betul akan kalam Allah” Falaa Tahinuu Wa tad’uu ilas Salmi wa antumul A’launa wallahu ma’akum walayyatirokum A’maalakum.” Kalianlah yang tertinggi daripada mereka dan Allah bersama orang-orang yang beriman.

Dan terakhir, seorang mukmin itu tak kenal putus asa. Ada waktu – waktu sulit dimana Allah menguji kita. Keadaan itulah yang membuat kita sering mengeluh dan menyesal. Kita kembali ke karakter asal manusia sebagaimana yang dikalamkan Allah,” ..Innal Insaana Khuliqo Haluu’a” manusia adalah pengeluh handal. Tertimpa musibah sedikit, mulut serasa gatal jika tidak mengumpat.bahkan berkata yang tak semestinya kepada Allah.  Anh, sebagaimana yang nabi anjurkan, pasrahkan semuanya pada Allah”Qodarollah wa ma sya’a Fa’ala” jangan malah berandai-andai karena ia membuka kesempatan bagi syaitan untuk bermanuver.

Sebagai penutup, Rasulullah SAS pernah bersabda” Sesungguhnya Allah mencela orang yang lemah. Akan teteapi yang harus kamu lakukan adalah berusaha. Jika terdaapt perkara yang memberatkanmu maka katakanlah “..Hasbiyallahu wa ni’mal wakiil..” cukuplah Allah penolong bagiku. Dan dialah sebaik-baik pengurus.

 Mari bersama menempa diri menjadi mukmin yang kuat agar kontribusi dan pengorbanan kita lebih berpahala..Wake Up Now!! Start to Fight! Allahu Akbar!!

–eizam islamuh—Mamad Magz Ed.43

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *