Pembantaian ‘Tepung’ Berdarah

“Tentara penjajah Israel melepaskan tembakan dengan brutal ke semua orang yang berada di sana menunggu untuk menerima bantuan segera setelah truk tiba pada hari Kamis pukul empat pagi.”

Hari Kamis, Tnggal 29 Februari 2024, Penjajah Zionis Israel kembali mencatat deretan data kejahatan baru. Saat itu warga Gaza bagian utara berkumpul menanti truk yang membawa bahan makanan pokok berupa tepung.

Naasnya, Penjajah Zionis Israel menembaki mereka dan mengakibatkan (menurut data yang dirilis pusat Informasi Palestina) tercatat 115 warga sipil syahid dan 760 lainya luka-luka.

Perlu kita ketahui bersama, sehari sebelum insiden naas ini terjadi, Carl Skau, wakil direktur eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa lebih dari 500.000 warga Gaza, atau satu dari empat orang, berisiko mengalami kelaparan, dengan satu dari setiap 6 anak di bawah umur 2 tahun kekurangan gizi akut.

Al-Jazeera menyebutkan detil kejadian sebagai berikut:

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04:30 waktu setempat (02:30 GMT) pada hari Kamis, ketika orang-orang berkumpul di Jalan Harun al-Rashid di Gaza, di mana truk bantuan yang membawa tepung diyakini sedang dalam perjalanan.

Konvoi truk bantuan melewati pos pemeriksaan, menuju ke utara, ketika orang-orang mulai berkumpul dalam kelompok besar. Menurut militer Israel, konvoi 31 truk memasuki Gaza tetapi hampir 20 truk memasuki utara pada hari Senin dan Selasa.

Ketika orang-orang berkumpul dalam jumlah besar menunggu bantuan yang sangat mereka butuhkan, mereka ditembak dengan segala jenis peralatan militer, Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Rafah.

Setelah tembakan pertama berhenti, orang-orang kembali ke truk, namun tentara kembali melepaskan tembakan.

Setelah tembakan pertama berhenti, orang-orang kembali ke truk, namun tentara kembali melepaskan tembakan.

“Setelah melepaskan tembakan, tank-tank Israel maju dan menabrak banyak korban tewas dan terluka,” kata Ismail al-Ghoul dari Al Jazeera, melaporkan dari tempat kejadian.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, sebagaimana disebutkan pusat informasi palestina menunjukkan ada empat bukti yang mengkonfirmasi keterlibatan tentara penjajah Zionis dalam kejahatan pembunuhan dan melukai warga sipil yang kelaparan, termasuk bekas luka pada tubuh para syuhada dan korban luka, klip video yang dipublikasikan oleh saksi mata kejahatan tersebut, dan terdengar jelas suara peluru yang berasal dari tank Israel yang ditempatkan di arah laut.

Pihak tersebut juga menambahkan “Suara yang jelas dari peluru tersebut dipastikan berasal dari senjata otomatis dengan peluru 5,56 mm yang digunakan oleh tentara pendudukan, dan itu dapat didengar dengan jelas dalam video yang dipublikasikan pada saat penembakan.”

Sementara itu, Dr. Jadallah Al-Shafi’i (kepala departemen keperawatan di Rumah Sakit Al-Shifa), mengatakan selama konferensi bahwa paramedis dan petugas penyelamat termasuk di antara korban penembakan Israel terhadap warga sipil ketika mereka berkumpul di bundaran Nabulsi untuk menerima perbekalan dan bantuan pangan.

Amjad Aliwa, seorang spesialis darurat di Rumah Sakit Al-Shifa, mengatakan dalam kesaksiannya selama konferensi, “Saya hadir bersama para dokter dan perawat, bersama dengan ribuan warga sipil di bundaran Nabulsi menunggu bantuan kemanusiaan tiba di mengingat meluasnya kelaparan dan penderitaan karena kurangnya kebutuhan hidup yang paling mendasar.”

Dia menambahkan, “Tentara penjajah Israel melepaskan tembakan dengan brutal ke semua orang yang berada di sana menunggu untuk menerima bantuan segera setelah truk tiba pada hari Kamis pukul empat pagi.”

Sumber:

https://www.aljazeera.com/news/2024/3/1/flour-massacre-how-gaza-food-killings-unfolded-and-israels-story-changed

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjr-9-j19qEAxV8T2wGHXNyBmQQFnoECBQQAQ&url=https%3A%2F%2Fmelayu.palinfo.com%2Fnews%2F2024%2F3%2F3%2FSaksi-dan-HAM-Buktikan-Israel-Pelaku-Pembantaian-Tepung-Berdarah&usg=AOvVaw3QIzzPwXEQMPSoAsytxFba&opi=89978449

Tinggalkan komentar