Pentingnya Belajar Hadis – Podcast Bersama Ustadz Abu Zaidan


Alhamdulillah, chanel Youtube Bahas Umat powered by Al-Islam TV melaunching program podcast perdana. Program Poadcast perdana kali ini dipandu oleh Ustadz Salman Faris dengan mengundang narasumber Ustadz Abu Zaidant Al-Arabiy. Tema yang diangkat pada poadcast perdana kali ini adalah tentang pentingnya belajar hadis di era modern seperti saat ini, di mana mencari hadis sangat mudah tinggal ketik di google langsung bisa akses.

Berikut ringkasan poadcast perdana tersebut:

Tanya : Latar belakang pendidikan antum apa njih ustadz ?

UAZ    : Biografi saya bisa dibuka di Telegram saya  yang judulnya “Kutub Arobiyyah wa Indunisiyyin”. Nanti searching saja “Tarjamatul Muqoyyid”(Biografi Penulis). Intinya saya murid dari beberapa kiyai, di antaranya Ustadz Mudzakir hafidzahullah dan Mbah Maimun Zubair rahimahullah dan beberapa masyayikh dari Timur Tengah atau Indonesia.

Tanya      : Belajar hadits itu penting apa tidak bagi masyarakat umum ?

UAZ    : Rasulullah saw bersabda :

تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنتي و لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض

Artinya:

Saya tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat setelah berpegang teguh kepadanya, yaitu kitabullah (Al Quran) dan Sunnahku (Hadits) dan keduanya tidak akan berpisah sampai datang kepada saya di telaga.

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya mempelajari hadits. Kalau kita ingin selamat dan mendapat hidayah, maka Al Quran dipelajari dan Hadits dipelajari serta dipegang teguh. Cara berpegang teguh dengan Al-Quran dan Hadis adalah dengan mengamalkan keduanya.

Hal tersebut sesuai dengan kalam Allah dalam surat An-Nur (24) ayat 54 :

وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا

Artinya:

Jika kalian mentaati Nabi, kalian akan mendapatkan hidayah.

Kunci mendapatkan hidayah dengan mentaati Nabi. Untuk bisa mentaati Nabi, kita harus mempelajari hadits.

Adapun fiqih juga dipelajari, karena fiqih ini ringkasan dari Al Quran dan hadits. Dengan mempelajari fiqih, orang akan faham hukum-hukum yang ada di Al Quran dan hadits.

Tanya      : Cakupan mempelajari hadits itu apakah semua hadits atau hanya hadits yang kita butuhkan ?

AZ       : Ini kembali kepada hukum asal mempelajari ilmu, ada yang fardlu ain dan fardlu kifayah.

Mempelajari ilmu itu menjadi fardlu ain jika seseorang hendak melakukan salah satu syariat Islam, misalnya haji. Saat itu dia wajib mempelajari ilmu tentang haji. Demikian juga dengan persoalan yang lain.

Mempelajari ilmu itu menjadi fardlu kifayah, jika sudah tercukupi dengan beberapa orang yang sudah mempelajarinya seperti ilmu faroid.

Tanya      : Bagi orang awam, ketika hendak melakukan suatu amalan apakah wajib mempelajari hadits-hadits yang berkaitan dari kitab asalnya langsung atau cukup membaca dari buku-buku praktis tentang amalan tersebut?

UAZ : Sebenernya Kewajiban manusia ketika hidup kan Cuma dua, yaitu beriman dan beramal shalih.

Al Quran dan hadits yang sangat banyak itu isinya Cuma dua, yaitu tentang berita serta hukum dari Allah dan Rasul. Nah, berita ini wajib kita percayai, itulah iman. Kemudian aturannya ini wajib kita ikuti, itulah amal shalih.

Adapun cara mempelajarinya, itu hanya sekedar teknis saja. Bisa langsung dari kiyai atau membaca dari ringkasan yang ditulis oleh para kiyai.

Tanya      : Tadi dikatakan bahwa fiqih itu ringkasan dari AL Quran dan Hadits. Kalau Kita hendak belajar, maka sebaiknya kita mulai mempelajari fiqih terlebih dahulu atau Al Quran hadits secara langsung ?

UAZ : Dalam hal ini ada dua madzhab. Madzhab pertama, langsung mempelajari Al Quran dan hadits. Ini seperti yang diterapkan oleh Ustadz Mudzakir. Kelebihan madzhab ini kita bisa faham dalil, namun kekurangannya hukum-hukum dari Al Quran dan hadits itu belum tergambar di otak kita.

Madzhab kedua : langsung mempelajari fiqih. Kelebihannya : kandungan dari Al Quran Hadits itu sudah tergambar dan terskema di pikiran, namun kekurangannya tidak tahu dalilnya secara langsung, akhirnya beramal tanpa dalil dan mudah untuk berta’ashshub.

“Saya tidak mencela orang-orang yang fokus di fikih. Tapi saya menghasung kepada mereka untuk  mempelajari dalil setelah fiqih.”

Kelemahan kebanyakan muslimin adalah mereka mempelajari Al Quran dalam soal bacaan atau hafalan saja tanpa memahami tafsirnya. Yang seharusnya dilakukan belajar membaca, menghafal, dan memahami tafsirnya.

Tanya      : Kenapa antum lebih memilih memperdalam tentang hadits dibandingkan ilmu-ilmu lain?

UAZ    : Pertama, karena ilmu yang inti itu adalah Al Quran dan Hadits, sebagaimana dijelaskan dalam hadits “Taroktu fiikum amrain..”.  Maka ini harus diselesaikan dulu. Namun kadang agar memudahkan dalam memahami keduanya, perlu belajar fiqih.

Kedua, karena sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam :

نضر الله عبدا سمع مقالتي فوعاها و حفظها ثم أداها إلى من لم يسمعها

Artinya:

“Semoga Allah membaguskan wajah seorang hamba yang mendengarkan sabdaku lalu memahaminya dan menghafalnya kemudian dia menyampaikannya kepada orang yang belum mendengarnya..” HR. Abu Dawud, Shahih.

Ini merupakan jaminan dari Allah bagi orang yang suka menyampaikan hadits Rasul, in sya Allah dia akan masuk surga sehingga wajahnya cemerlang karena gembira.

Adapun kalau fikih tetap sangat penitng dan kita tidak boleh mengesampingkanya, karena fikih adalah khulashah dari Al-Quran dan Hadis.

Tanya       : Apakah seseorang itu harus memiliki kitab hadits, padahal sekarang sudah ada aplikasi maktabah syamilah atau cari di internet sudah bisa membaca hadits?

UAZ    : Kitab menurut saya adalah teman yang terbaik, sebagaimana perkataan para Ulama:

خير جليس في الزمان كتاب

Artinya:

Sebaik-baik teman duduk pada zaman ini adalah kitab.

Kalau kita hanya mengandalkan internet, internet kalau terputus, kita tidak bisa akses. Membaca langsung dari kitab, lebih nyaman dan fokus daripada membaca lewat hp. Dengan memiliki kitab, kita bisa memberikan catatan yang penting dan memberi tanda pada bagian yang penting.

Tanya      : mungkin bisa disampaikan tips dan trik agar semangat mempelajari hadits

UAZ    : kalau kita mengetahui fadlilah dari sesuatu maka kita akan suka kepadanya. Supaya suka dengan hadis Nabi, kita harus tahu apa fadhilah dari mempelajari hadis Nabi tersebut. Kalau kita tidak tahu fadhilah sesuatu ya kita tidak akan tertarik kepadanya.

Orang suka terhadap uang karena tahu akan fadlilahnya, padahal sebenarnya uang itu menurut ulama :

بئس الصاحب أنت

Artinya: Seburuk-buruk teman adalah kamu (uang)

Karena

ما نفعتني إلا إذا ذهبت

Artinya: Uang itu tidak berguna kecuali kalau kita lepas.

Untuk lebih jelas dan komplit, silakan tekan link berikut ini, semoga bermanfaat, aamin

diringkas oleh: Ustadz Abu Mu’iz Umar Ibnu Abbas

Tinggalkan komentar