PERINGATAN KH. MUDZAKIR KEPADA PARA PEMBANTAI 6 SYUHADA 


4 orang intel Polda Jateng dipimpin oleh AKP Hadi datang menemui KH Mudzakkir Solo, Jum’at 11 Desember 2020, bakda shalat Maghrib di maktabah masjid nisa’.
Kepada mereka sang Kyai berkata :
Pertama: 
Kecewa terhadap tingkah Polda Metro Jaya yg membunuh 6 muslimin. Itu dosa besar.

kedua: 
Kapolda Metro Jaya raut wajahnya menampakkan kebencian luar biasa terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dan muslimin. Ini sangat mengganggu umat Islam. Habib Rizieq Shihab (HRS) itu ulama, orang baik, bukan penjahat, bukan pelanggar aturan.
Ketiga: 
Polri itu harus kuat dan baik, melindungi rakyat Indonesia, bukan memusuhi atau menyusahkan.
Keempat: 
Medsos (Media Sosial) yang isinya baik saja tidak saya percayai apalagi yang isinya buruk. (seperti  dongeng sampah tentang pembunuhan 6 pemuda yang menyerang polisi dst).
Kelima: 
Belajarlah Al Quran, mengajilah, tidak harus di sini tapi harus paham Al Quran (karena semua yang hadir kebetulan beragama Islam).
Keenam:
Untuk paham Al Quran 30 juz untuk diri sendiri cukup luangkan waktu 3 bulan saja, kami sudah melakukan itu sekitar 20 kali
Ketujuh: 
Saya mau mengajarkan Al Quran kepada kalian, gratis, tanpa bayar.
Kedelapan: 
Polisi itu ada 3 :
(1) institusinya : baik,
(2) pengambil keputusannya atau para pimpinannya : banyak yang buruk/jahat,
(3) pelaksana ujung tombak seperti kalian : mau baik takut tidak kebagian uang dan jabatan, tetapi mau buruk takut dosa dan perlawanan rakyat, maka saya nasihatkan kepada kalian supaya mementingkan akhirat, tidak berbuat buruk, tidak ada artinya harta dunia dibandingkan kebahagiaan di akhirat.
Kesembilan: 
Jihad itu ada saatnya. Polisi yang mayoritas beragama Islam itu bukan musuh yang harus dilawan dengan jihad, tetapi justru harus membantu dan membela muslimin yang menjadi mayoritas rakyat Indonesia.
Kesepuluh: 
Saya tidak mendukung NII (Negara Islam Indonesia) apalagi ISIS, terlalu jauh itu. Jangankan Papua yang minta merdeka, Aceh minta merdeka saja akan kami lawan.

Kesebelas: 

Negara ini milik kita bersama. TNI dan Polri itu harus melindunginya. Tapi kalau mereka tidak bisa atau tidak mau melakukannya maka umat Islam siap melakukannya, seperti yang kami lakukan saat membubarkan perusuh massa PDIP yang kecewa karena Megawati gagal jadi presiden Oktober 1999.

Keduabelas: 
Kami tidak berpolitik. Politik kami adalah tidak berpolitik seperti parpol dsj. Tapi kalau ada kebakaran di rumah kami (Indonesia) sedangkan damkarnya (TNI – Polri) tidak segera memadamkan, maka kami pasti turun tangan memadamkannya.

Tinggalkan komentar