Resensi Ringkas Karya Terkuno KH. Mudzakir Soal Qunut Subuh 

Kutaib ini ditulis 40 tahun yang lalu, pada tahun 1980-an bertepatan dengan bulan Rabi’ul Akhir th. 1407 H.

Kutaib ini ditulis dengan judul:

تحريف الرفاعي في أدلة دعاء القنوت في صلاة الفجر 

Arti judul: Penyelewengan Ar-Rifa’i pada dalil-dalil yang berkaitan dengan doa qunut pada Sholat Shubuh

ISI RISALAH:

Mengkritik (counter) risalah yang ditulis oleh Syekh Yusuf bin as-Sayyid Hasyim ar-Rifa’i. Sebuah risalah yang didapatkan oleh KH Mudzakir berupa naskah fotokopi-an dari halaman 2-31. Di dalam risalah tersebut, penulis menyebutkan dalil-dalil yang berkaitan dengan doa qunut Shubuh yang menampilkan dalil-dalil qunut subuh namun terjadi tahrif padanya. bahkan ada hal-hal yang disembunyikan atau bahkan lebih-lebih lagi, menurut KH Mudzakir terdapat kidzb (kebohongan) di dalamnya. Maka KH Mudzakir berupaya meluruskan hal-hal tersebut dan menulis risalah ini.

Risalah ini terdiri dari 27 halaman dengan muqaddimah dan daftar pustaka. Terdapat 24 point yang beliau bahas untuk mengkritik isi risalah tersebut.

KESIMPULAN RISALAH:

pertama, Dalil-dalil yang dipaparkakan dalam risalah yang ditulis oleh Syekh Yusuf bin as-Sayyid Hasyim ar-Rifa’i tidak ditempatkan sesuai dengan tempatnya.

kedua, mengambil Ibarah dari dalil-dalil tersebut ibarah-ibarah yang tidak bisa diambil ibarah darinya

ketiga, terjadi tahrif (penyelewengan/pengubahan) pada beberapa kata pada dalil-dalil yang dipaparkan oleh penulis risalah.

keempat, penulis menukil beberapa nukilan yang tujuan penukilan tersebut untuk menguatkan pendapatnya dengan menyembunyikan beberapa keteragan yang seharusnya beliau sampaikan.

kelima, perbuatan penulis risalah tersebut (pada poin 1-4) di atas adalah perbuatan yang bathil dan mudlill (menyesatkan).

(Keterangan tambahan dari Abu Zaidan):

– Dalil-dalil qunut subuh tidak sohih sebagaimana ditegaskan oleh Imam Ahmad.

– Qunut subuh adalah bid’ah, sebagaimana ditegaskan dalam sunan nasai. Namun pelakunya tidak divonis sebagai ahli bid’ah.

PERHATIAN 

Hal ini termasuk khilafiyah ijtihadiyah, maka berlaku padanya kaidah:

لا انكار في مسايل الخلاف

Artinya: Tiada pengingkaran dalam masalah-masalah khilafiyah (yang ada perbedaan pendapat padanya).

LINK DOWNLOAD RISALAH:

https://t.me/kotobjawi/712

Ditulis oleh: Abu Zaidan pada PKH SHAFAR 06/02/1445 H

Editor: Muhammad Iqbal

Tinggalkan komentar