SIFAT BERJALAN NABI Shallalahu alaihi wa sallam


Dalam diri Rasul terdapat Uswah Hasanah yang sangat mulia. bahkan dalam hal cara berjalan, beliau memberikan contoh kepada umatnya. lalu bagaimanakan sifat berjalan Nabi? silakan baca artikel ringkas berikut:

SIFAT BERJALAN NABI Shallalahu alaihi wa sallam

Hadis sifat berjalan Nabi; jika berjalan seperti berjalan turun

عن أنس بن مالك:] كان أزهرَ اللونِ، كأنّ عَرَقُه اللُّؤلؤَ، إذا مَشى تكفَّأَ.
الألباني (ت ١٤٢٠)، صحيح الجامع ٤٧٩٨ • صحيح • أخرجه مسلم (٢٣٣٠)

Artinya:

Dari Anas bin Malik, berkata: “Adalah (Nabi) berkulit putih, keringat nya seperti mutiara, apabila beliau berjalan seperti berjalan turun (di tempat yang menurun).
HR Muslim.

تكفَّأَ تكفُّيا كأنّما ينحطُّ من صببٍ.
البغوي (ت ٥١٦)، شرح السنة ٦‏/٣٧٦ • صحيح

Imam Al-Baghowi (w. 516 H) dalam kitab Syarhussunnah (6/376) menerangkan bahwa maksud dari takaffa`a adalah seperti turun dari tempat yang tinggi. (Maksudnya berjalan cepat)

والتَّكفُّؤُ هو التَّمايُلُ في المشيِ إلى الأمامِ، «تكفُّؤًا كأنَّما انحَطَّ»، أي: كأنَّه ينحدِرُ «مِن صَبَبٍ»، وهو المكانُ المنحَدِرُ مِن الأرضِ، والمعنى أنَّه ﷺ كان يُسرِعُ في مَشيِه

Artinya: At-Takaffu` adalah berjalan dengan mencodongkan diri ke depan. (seakan – akan beliau inhaththa, yaitu seperti berjalan turun (min shobabin) yaitu tempat yang menurun. Adapun maksud dari hadis tersebut adalah bliau shallallahu alaihi wa sallam apabila berjalan, beliau mempercepat jalannya.

Hadis tentang para sahabat kesusahan mengejar jalannya Nabi

Tambahan: 
Ibn Qayyim dalam kitab Tafsir Ibn Qayyim tatkala mentafsirkan ayat 63 surat Luqman tentang sifat berjalanya Ibadurrahman menyebutkan hadis Abu Hurairah yang berbunyi:

قالَ أبُو هُرَيْرَةَ: «ما رَأيْتُ شَيْئًا أحْسَنَ مِن رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، كَأنَّ الشَّمْسَ تَجْرِي في وجْهِهِ، وما رَأيْتُ أحَدًا أسْرَعَ في مِشْيَتِهِ مِن رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كَأنَّما الأرْضُ تُطْوى لَهُ، وإنّا لَنُجْهِدَ أنْفُسَنا وإنَّهُ لَغَيْرُ مُكْتَرِثٍ»

 

Artinya: Abu Hurairah berkata, “Tidak lah aku melihat sesuatu yang lebih baik daripada Rasulullah, seakan-akan matahari beredar di wajah beliau. Dan aku tidak melihat seseorang yang jalanya lebih cepat daripada jalannya Rasulullah, seakan-akan bumi itu dilipat untuk beliau. Kami melakukannya dengan susah payah, namun bagi beliau dianggapnya enteng.

قلت: إسناد الحديث ضعيف، فيه عبد الله بن لهيعة وهو سيء الحفظ، لكن تابعه عمرو بن الحارث عند ابن حبان (١)، فالحديث حسن إن شاء الله بمجموع الطريقين، وقد حسنه الشيخ عبد القادر الأرناؤوط.

Artinya: Aku berkata (Hani Faqih, penulis kitab Syarah Mukhtashar Syamail Muhammadiyyah) bahwa isnad hadis ini dlaif, karena di dalamnya ada Rawi yang bernama Abdullah bin Lahi'ah dan dia termasuk rawi yang buruk hafalanya. akan tetapi hadis yang diriwayatkan dari jalur ibn Lahi'ah ini diikuti oleh Amr bin Al-Harin menurut Ibn Hibban. maka hadis ini berderajat hasan dengan mengumpulkan dua jalur periwayatan tersebut. Hadis ini dihasankan pula oleh Asy-Syaikh Abdul Qadir al-Arnaut.

Demikian sifat berjalan Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang dapat kami rangkukan dari Syaikhuna DR. Numairi dengan beberapa tambahan.

ditulis oleh: Ustadz Abu Zaidan dalam serial ke 2413 (PKH SHAFAR)

editor: Muhammad Iqbal (05/09/2023)

Tinggalkan komentar