Silaturrahmi Ulama – Habaib dalam Rangka Mempererat Ukhuwwah

SILATURRAHMI ULAMA-HABAIB

DALAM RANGKA MEMPERERAT UKHUWWAH

Oleh: Salman Faris

Alhamdulillah, setelah silaturrahmi Ulama-Habaib yang sebelumnya dijalankan di Jawa Timur terlaksana dengan sukses, kini para Rombongan berkesempatan untuk melanjutkan sowan Ulama – Habaib ke arah barat; yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Rabu, 20 September 2023, rombongan sowan ke Pondok Pesantren Darussalam Qur’ani yang diasuh oleh K.H. Masyhuri Baedlowi, MA. Pertemuan dimulai dari sore hari hingga menjelang sholat Maghrib

Setelah Maghrib, perjalanan dilanjutkan ke kediaman Prof. Dr. K.H. Abdul Syakur Yasin atau biasa dikenal dengan  Buya Syakur di Pondok Pesantren Cadangpinggan, Indramayu. Pertemuan bersama Buya Syakur dimulai dari ba’da Isya sampai jam 22.00 (malam). Acara ditutup dengan mampir makan malam bersama Buya Syakur dengan menu khas hidangan indramayu yaitu pedesan entog.

Selepas itu, rombongan istirahat di Pekalongan

Kamis, 21 september 2023, perjalanan sowan dilanjutkan ke Pekalongan. Awalnya, rombongan berniat untuk berkunjung ke Maulana Al-Habib Luthfi bin Yahya, Pekalongan. Tapi, ternyata di hari tersebut, beliau sedang tidak bisa ditemui, karena beliau sedang di luar kota. jadi niat sowan tertunda dan semoga bisa terlaksana di lain kesempatan.

Kemudian perjalanan dilanjut ke Gus Ali, seorang pengusaha asal Pekalongan.

Perjalannan sowan dengan tujuan mempererat Ukhuwwah berlanjut di hari sabtu, 23 september 2023, tujuan silaturrahmi ukhuwwah kali ini adalah kota Rembang.

Di Rembang, Rombongan sowan ke Kyai M. Ishaq Masykuri atau biasa disapa dengan Gus Ishaq, beliau merupakan salah seorang keponakan mbah Moen (Maimun Zubair). Pada kesempatan kali ini, rombongan diberi kesempatan untuk mendoakan kelancaran proses pembangunan Pondok Pesantren (ponpes) Gus Ishaq yang sedang dalam proses pembangunan.

Setelah itu, rombongan melanjutkan silaturrahmi ke kediaman K.H. Abdul Qayyum Mansur atau yang sering disapa dengan Gus Qayyum, pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) An-Nur, Lasem. Dengan penuh wibawa dan kharismatik, beliau menyapa dan menjamu rombongan dengan khidmat. Beliau mengapresiasi dan sangat setuju dengan ide ‘mempersatukan ummat, karena menurut beliau ummat memang sedang dan sudah dipecah belah. Berikut ringkasan pesan yang disampaikan beliau Gus Qayyum :

Pertama, Ukhuwwah adalah apa yg di ridhoi Rasul. Adapun kebalikannya yaitu Syiqaq (perpecahan) apa yang dibenci Rasul. Redaksi paling banyak diebutkan adalah karena ‘attanafus fid Dunya’  yaitu: rebutan harta dunia. Maka umat Islam harus menanamkan Ukhuwwah dan jangan sampai bermusuhan hanya karena harta dunia.
Kedua, Adanya pemerintahan yang ‘masih ada kedhaliman’ itu masih lebih kondusif dan lebih baik dari pada tidak ada pemerintahan sama sekali atau bisa dikategorikan akhaffu dhararain (paling ringanya dari dua madhorot). Dari hal itu, Indonesia harus mempunyai orang yang bashrotan fil Ilmi wal jism (mempunyai kemampuan baik dari segi ilmu dan fisik-ed). Kalau tidak ada, maka Ulamanya harus dikuatkan fil Ilmi dan ummatnya, militernya harus dikuatkan fil jismi. Kalau negara tidak bisa menggunakan ajaran Islam, maka paling tidak substansi nilai-nilai syariahnya masih dijalankan. Dimulai dari Personil-personil pribadi yang menjalankan syariat, kemudian menuju ke para jamaah. 

Sorenya, rombongan sholat di Masjid Jami’ Baiturrahman, Lasem. Selepas shalat, rombongan menyempatkan untuk ziarah ke kuburan para  kyai yang ada di masjid tersebut dan juga berkeliling untuk melihat catatan-catatan biografi dan sejarah tentang para kyai.

Selepas itu, rombongan menuju ke Pondok Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang. Alhamdulillah rombongan berkesempatan untuk bertemu sapa dengan K.H. Muhammad Najih Maimoen atau yang kerap disapa dengan Gus Najih. Beliau merupakan putra kedua dari Mbah Moen (K.H. Maimun Zubair) dan pengasuh Ponpes Al-Anwar sejak tahun 2019 setelah ayahanda beliau, mbah Moen menemui sang Pencipta.

Setelah itu, rombongan berencana ingin bersilaturrahmi ke kediaman Gus Wafi Maimoen, tapi karena beliau sedang di luar kota, niat tersebut belum terlaksana dan semoga bisa terwujud di lain kesempatan. Aamin.

Foto dan Dokumentasi: 

doc. di kediaman dan Ponpes K.H. Masyhuri Baedlowi, MA. 

doc. Foto di kediaman Buya Syakur sekaligus ponpes beliau dan makan bersama Buya Syakur

doc. Foto di kediaman Gus Ali Pekalongan, pebisnis

doc. foto di kediaman dan Ponpes Gus Ishaq dan Doa untuk kelancaran bangunan Ponpes Gus Ishaq

doc. foto di kediaman Gus Qayyum, Lasem. 

doc. foto di kediaman Gus Najih Maimoen

Tinggalkan komentar