Tabligh Akbar (merajut Ukhuwwah Islamiyyah) bersama Al-Ustadz KH. Mudzakir


Mukaddimah

Al-Ustadz KH. Mudzakir membuka kajian akbar dengan membaca surat Al-A’raf ayat 96-99

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰۤ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَفَتَحۡنَا عَلَیۡهِم بَرَكَـٰتࣲ مِّنَ ٱلسَّمَاۤءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا كَانُوا۟ یَكۡسِبُونَ

أَفَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰۤ أَن یَأۡتِیَهُم بَأۡسُنَا بَیَـٰتࣰا وَهُمۡ نَاۤىِٕمُونَ

أَوَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰۤ أَن یَأۡتِیَهُم بَأۡسُنَا ضُحࣰى وَهُمۡ یَلۡعَبُونَ

َفَأَمِنُوا۟ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ فَلَا یَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ

Berikut resume yang bisa kami sajikan:

Perintah menjalani Dien Al-Islam dengan benar dan Mengambil pelajaran atas Adzab yang menimpa Kaum Terdahulu

  1. Orang yang benar-benar selamat adalah orang yang mau menjalani Dien Islam ini, bukan pura-pura menjalani atau ragu dalam menjalaninya.
  2. Allah meminta kita untuk menjadikan pelajaran atas apa yang menimpa umat terdahulu, yang mana adzab datang kepada mereka karena tidak mau mengikuti ajakan Allah dan adzab tersebut datang tiba-tiba tanpa mereka sadari.
  3. Mengingatkan wakil rakyat yang sedang memperdaya dan mengorupsi harta rakyat bagaimana kalau tiba-tiba datang adzab Allah.
  4. Membuat permisalan degan kasus sambo; seorang komandan yang sangat berkuasa, membunuh anggotanya sendiri dan akhirnya perbuatannya tersebut diketahui (konangan).

Orang Beriman Wajib Mentaati semua Keputusan Allah dan Rasul-Nya

  1. Bagi orang beriman, kalau Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan sesuatu maka tidak ada jalan lain kecuali patuh, mengikuti aturan keduanya dalam segala urusan; bukan cuma perkara ibadah, tapi juga mu’amlah.
  2. Sabab Nuzul Al-Ahzab 36 tentang pelamaran Nabi kepada Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah.
  3. Evaluasi untuk kita, maukah kita meneladani mereka? dengan patuh terhadap semua keputusan Allah dan Rasul-Nya.

Orang Beriman Dilarang Menta’ati Orang yang Menyeru kepada Kebinasaan

  1. Menjelang pemilu, banyak orang yang mengubah penampilan, berbaur degan berbagai kalangan dengan bepenampilan seperti penampilan mereka. Mereka kelihatan patuh, tapi faktanya hanya untuk mencari dukungan suara masyarakat, bukan karena Allah.
  2. Kehidupan kita adalah kehidupan yang sungguh-sungguh, jangan sampai mengikuti ajakan mereka. Hendaknya kita Khawatir dengan hisab kita, dan adzab neraka.
  3. Contoh yang lain adalah Tradisi memperingati malam tahun baru dengan meniup terompet atau selainya. Itu adalah ajaran Yahudi dan Nashoro. mereke tidak akan ridlo sampai kita mengikuti Millah; ajaran, keyakinan, perbuatan, ucapan mereka. Kalau kita mengikuti mereka, mereka akan ridlo dan kalau kita ridlo dengan mereka, berarti kita meninggalkan Millah; ajaran Nabi Ibrahim.
  4. Ada seorang tokoh Islam yang sudah sepuh, tapi keroyo-royo memperingati hari kelahiran dirinya dengan meniup lilin. Yahudi dan nashoro senang dengan perbuatan tersebut, krn itu adalah ajaran mereka.
  5. Faktanya perbuatan tersebut tidak ada manfaatnya, konsekuensinya akhirnya menyebabkan cinta kepada mereka, condong kepada mereka dan akhirnya tidak keberatan untuk memilih orang yang condong kepada mereka.
  6. Allah melarang untuk menjadikan mereka wali karena mereka lebih suka kepada kekufuran. suka kepada kekafiran saja dilarang, apalagi kalau dengan nyata mereka melakukan kekafiran.
  7. Di Solo pernah ada orang yang menulis sebuh buku tentang tidak mengapa memilih pemimpin kafir dst, memanipulasi data, mengatakan terdapat di dalam tafsir ini dan itu tapi ternyata tidak ada.
  8. Mereka yang akhirnya terpilih membuat aturan dan memaksa rakyat untuk mentaati aturan tersebut, akan tetapi mereka sendiri boleh melanggar. Sebgai bukti, saat covid-19; tidak boleh berkerumun, tapi mereka sendiri boleh berkerumun.

Siapa yang akan kita pilih saat Pemilu mendatang?

  1. Pesan: Kampanye hanya sebagai pancingan, kalau mereka membawa bantuan, kalau mau diterima, silakan diterima, selagi jelas halal, tapi jangan ikuti seruan mereka.
  2. Patokan: kalau mereka merencanakan program untuk buat ini itu, apaah semua itu meridlokan Allah atau tidak. Prinsipnya jangan tertipu oleh mereka.
  3. Patokan memilih: surat Yasin 20-21, kalau ada orang yang datang, berpenampilan seperti orang yang shalih lalu mengajak kepada sesuatu, maka kita harus memastikan apa yang dia ajak, apakah mengajak kepada petunjuk Allah ataukah sebaliknya.
  4. Contoh kasus: seorang calon datang ke sebuah pertemuan, lalu di pembukaan tersebut dia mengucapkan salam dengan berbagai varian salam yang intinya mencampur adukkan sesuai dengan keyakinan ajaran lain. Hal ini meunjukkan bahwa dia tidak yakin dengan keyakinannya sendiri.
  5. Ikutilah seruan para Ulama; yaitu seruan yang meridlokan Allah.
  6. Siapakah yang akan dipilih: Pertama, Perbuatan harus jelas halal, baik dan ikhlas niatnya. Kedua, Pilih siapa yang dipilih para Ulama.

Demikian yang bisa kami ringkaskan, untuk lebih jelasnya, silakan simak video Tabligh Akbar secara komplit pada link berikut ini:

https://www.youtube.com/live/fBrVNoqbXxY?si=q3pDKU8rXY003fk0

Dokumentasi kegiatan:

Doc. Poster Tabligh Akbar di Masjid Besar, Pilangbago, Sepat, Masaran, Sragen

doc. Jama’ah putri Tabligh Akbar

doc. Perserta putra Tabligh Akbar

doc. Peserta Putri Tabligh Akbar

doc. Tim Media yang bertugas dengan dibantu anak-anak Ma’had Al-Islam

doc. Jama’ah Putra membludak sampai pelataran Masjid Besar Pilangbango

Tinggalkan komentar