Tafsir Basmalah

Terjemah:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Maksud:

  1. Aku memulai perbuatan ini dengan (pertolongan) Nama Allah.Artinya, suatu perbuatan tidak akan pernah ada atau terjadi kecuali dengan pertolongan Allah dan kelembutan-Nya.  (Al-Baidlawi, Al-Alusi)
  2. Aku memulai perbuatan ini dengan (diiringi) nama Allah,(Az-Zamakhsyari). Artinya, aku berharap semua aktifitasku mendapat keberkahan dari nama Allah tersebut.
  3. Aku memulai perbuatan ini dengan menyebut dan mengingat Nama Allah. (Imam Ath-Thabari), Artinya, sebelum melakukan segala aktifitas harus menyebut nama-nama Allah yang baik terlebih dahulu. Dan ini merupakan adab yang Allah ajarkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar dijadikan sunnah dan teladan bagi umatnya.

Makna kata:

  1. Bi (dengan). Dalam ilmu Nahwu, Bi termasuk kategori huruf. Huruf adalah salah satu unsur pembentuk kalimat. Ia tidak memiliki makna kecuali saat bersambung dengan kata lain.Dengan kata lain, huruf ini memiliki makna menyesuaikan dengan konteks kalimatnya. Huruf ini memiliki beberapa makna, di antaranya adalah:
  2. Isti’anah (alat bantu). Contoh: aku menulis dengan (alat bantu) pena.
  3. Mushahabah (mengiringi, menemani, menyertai). Contoh: … Dan sungguh mereka masuk dengan (diiringi, disertai) kekafiran, padahal mereka telah keluar darinya …. (Al-Maidah: 5: 61).
  4. Ta’diyah (membuat suatu fiil menjadi muta’addi). Contoh: Allah pergi dengan (menghilangkan) cahaya mereka.
  5. Ta’widl (alat tukar). Contoh: Aku beli ini dengan (alat tukar) ini.
  6. Ilshaq (melekatkan/menempelkan). Contoh: Aku memegang dengan (melekatkan kepada) Zaid.
  7. Tab’idl (menunjukkan makna sebagian). Contoh: … Mata air yang para hamba Ar-Rahman minum dengannya (sebagian darinya). (Syarhu Syudzuridz Dzahab)
  • Al-Ismu (nama). Asal kata ini adalah sumuwwun, yang berarti tinggi, mulia. Dinamakan demikian karena nama adalah sanjungan untuk sesuatu yang dinamai itu dan pujian baginya saat disebut. (Al-Kasyyaf, Anwarut Tanzil)

Menurut penduduk Kufah, asal kata Al-Ismu adalah Simatun, yang berarti tanda atau symbol. Sehingga nama menjadi symbol dari makna sebuah kata. (al-Baghawi)

  • Allah. Asal kata ini adalah Al-Ilah, memiliki arti segala sesuatu yang disembah. Lalu huruf hamzah (i) dihapus diganti dengan Alif Lam Ta’rif, sehingga menjadi Allah. Fungsi Alif Lam Ta’rif adalah untuk menunjukkan bahwa sesuatu tersebut sudah diketahui/ tertentu, terbatas. Artinya, hanya Allah Dzat yang disembah dengan Haq. Adapun sesuatu yang disembah selain-Nya itu bathil.
  • Ar-Rahman Ar-Rahim.Keduanya berasal dari kata Rahmah, yang berarti kasih sayang (‘athf) dan rasa cinta (hanuw).

Menurut Ibnu Abbas, kata Rahman dan Rahim adalah dua kata yang lembut. Salah satu dari keduanya lebih lembut dari yang lain. Ulama berbeda pandangan dalam hal ini.

  1. Makna keduanya satu, yaitu Dzat yang memiliki rasa belas kasih. Penyebutan keduanya secara berurutan untuk menambah harapan bagi orang-orang yang sangat menginginkannya.
  2. Rahman bermakna umum, sedangkan Rahim bermakna khusus. Rahman berarti Dzat yang Maha Pemberi Rezeki di dunia, sehingga rezeki itu mencakup semua makhluq. Adapun Rahim berarti Dzat yang Maha Memaafkan di Akhirat. Pemaafan dari Allah di Akhirat hanya khusus orang-orang beriman. (Ma’alimut Tanziel)
  3. Rahman adalah belas kasih Allah di dunia dan akhirat. Karena kenikmatan di akhirat itu semuanya luar biasa. Sedangkan Rahim belas kasih Allah di dunia saja. Karena kenikmatan dunia itu ada yang mulia dan ada yang sepele. (Anwarut Tanziel)

Pelajaran/ Fawaid:

  1. Segala amalan tidak akan pernah terwujud kecuali dengan pertolongan Allah.
  2. Nama Allah dapat mendatangkan berkah. Oleh karena itu, sebaiknya segala aktifitas diiringi dengan nama-nama Allah.
  3. Memulai segala aktifitas dengan menyebut nama Allah atau berdzikir termasuk adab yang diajarkan oleh Allah.
  4. Adab yang Allah ajarkan kepada Nabi Muhammad harus dijadikan sunnah atau teladan oleh umat beliau.
  5. Allah adalah Dzat yang berhak disembah dengan Haq. Adapun sesembahan selain-Nya itu bathil.
  6. Nama adalah doa dan sanjungan. Maka, carilah nama yang bagus dan baik.
  7. Allah itu Maha Belas Kasih, di dunia dan di akhirat. Belas kasih di dunia untuk semua makhluq. Belas kasih di akhirat khusus orang-orang beriman.

========================================================

Referensi:

  1. Jâmi’ul Bayan fi Tafsieril Qur’an karya Imam Ath-Thabari.
  2. Anwarut Tanziel wa Asrârut Ta’wiel karya Imam Al-Baidlawi.
  3. Ma’âlimut Tanziel karya Imam Al-Baghawi.
  4. Al-Kasyyaf karya Imam Az-Zamakhsyari.
  5. Syarhu Syudzuridz Dzahab fi Ma’rifati Kalâmil ‘Arab karya Al-Jaujari.

Pembahasan Seputar Basmalah

  1. Apa keutamaan Basmalah?
  2. Apakah Basmalah suatu yang special untuk umat Muhammad?
  3. Apakah Basmalah termasuk ayat Al-Quran?
  4. Apakah dibaca jahar atau sirr?
  5. Kenapa permulaan kalam Allah dimulai dengan bismillah?
  6. Kenapa Huruf Jar “Ba” pada kata Bismi” berharakat kasrah?
  7. Apakah nama (isim) itu sama dengan sesuatu yang dinamai (Al-Musamma)?
  8. Apa akar kata dari “Allah”?

Dll ….. insyaAllah segera menyusul.

Oleh: Abu Rib’iy As-Sakhiy (Muhammad Yunus Saifuddin)

Edit: Ummu Rib’iy As-Sakhiy (Qanitah Rahmatun Tsaniyah)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *