Tiga Divisi Baru Terbentuk di Penghujung Acara EMAS (Eksistensi Ma’had Al-Islam Surakarta)

Oleh: M. Yunus S.

Semua yang pernah mendapatkan didikan di Ma’had Al-Islam Surakarta asuhan Al Ustadz Mudzakir, baik yang lulus maupun tidak, meski hanya pernah ikut MOCM atau bahkan hanya satu hari saja pernah belajar di Ma’had Al-Islam punya kewajiban untuk terus belajar dan mengajarkan Al-Islam sesuai kemampuan dan dengan metode masing-masing.

Di penghujung acara Al-Islam Gathering Brotherhood yang diadakan pada hari ahad 17 April 2024 di Masjid Besar Pilangbango, tepatnya ba’da sholat Ashar, Panitia melanjutkan acara terakhir dengan tema rapat serta menindaklanjuti saran, masukan dari peserta dan merumuskan langkah riil untuk program-program EMAS mendatang dengan dipandu langsung oleh Ustadz Muhammad Ayatullah, selaku juru bicara alias perwakilan dari tim majelis Syuro.

Ustadz Ayat, -demikian beliau biasa disapa- mempersilahkan peserta hadirin untuk menyampaikan masukan, harapan dan saran.

Ustadz Abdul Hayyi mengawali sesi ini dengan menyampaikan pengalaman beliau beberapa tahun terakhir ini. Beliau berkesempatan membersamai para sesepuh terkhusus wakil-wakil daerah dalam lika-liku dakwah di daerah binaan masing-masing.

Ustadz Agus Tri menyampaikan beberapa point, diantaranya i). perlu dibentuk dewan syuro alumni akhwat, ii). iuran bulanan peserta alumni dan iii). pembentukan sayap-sayap divisi terkait dakwah, fundraising, dan bisnis.

Ustadz Fakhri dari Temanggung menyampaikan kesan selama beliau belajar di mahad Al-Islam, di mana masing-masing guru/ustadz selain sebagai pengajar mereka juga mendidik dan membersamai santri dalam keseharian mereka secara langsung. Fakta tersebut sangat jarang bisa beliau dapatkan dalam sistem pendidikan di daerah beliau sekarang tinggal. Di akhir urainya beliau menyampaikan bagaimana prosedur untuk bisa melibatkan alumni-alumni ma’had Al-Islam untuk bekerjasama di instansi yang beliau tempati sekarang ini.

Ba’da mendengar usulan, masukan, saran dari peserta, Ustadz Ayat mempersilahkan Ustadz Abu Bakar Faqihuddin untuk mengolahnya. Demi merealisasikan masukan, usulan dll tersebut, beliau merangkumnya dan langsung membentuk 3 divisi utama.

  1. Divisi Dakwah
  2. Divisi Bisnis
  3. Divisi Fundraising ( penggalang dana)

Tiga divisi tersebut harus bersinergi untuk bisa eksis dakwah Al-Islam ini. Dengan demikian, diharapkan semua generasi alumni ikut andil di salah satu 3 divisi itu.

Semua alumni Ma’had Al-Islam harus membuktikan bahwa mereka punya semangat untuk memperjuangkan Al-Islam ini walau hanya dengan kontribusi yang kecil.

Dunia dakwah, Alhamdulillah banyak dari murid Al Ustadz bisa eksis di bidang dakwah. Asatidz-asatidzah yang masih berkeimpung dengan pendidikan Ma’had Al-Islam secara langsung, juga banyak asatidz yang berkeimpung di dunia dakwah di luar ma’had Al-Islam Seperti Ustadz Abdul Wahab, Ustadz Idris Saputra, dll. Artinya, semua alumni harus sadar betul bahwa mereka tidak punya alasan untuk tidak andil dalam dakwah. Semua punya kesempatan berdakwah dengan cara masing-masing.

Dunia bisnis, semua mempunyai potensi eksis di bidang ini. Seperti Mas Muhammad Ihsanuddin generasi 2004 memiliki bisnis Setrika Baju dan Mas Muhammad Abdullah Bekasi yang sampai saat ini bergelut di dunia per-kebab-an dan lainya.

Paling mudah dari 3 divisi di atas adalah divisi ke 3, yaitu divisi Penggalangan dana. Dunia Fundraising, diharapkan semua alumni bisa ikut andil di sini. Karena ini salah satu wujud eksis termudah kita di jalan dakwah paling mudah dan realistis. Cukup sisakan uang 10 k per bulan untuk support divisi dakwah dan divisi bisnis.

Pada acara tadi, terdapat usulan bahwa para alumni bisa berkontribusi minimal 10 k per bulan. Tiap generasi Galang dana 10 k per bulan. Ini nanti dikumpulkan ke divisi Fundraising di majelis syuro. Adapun pengelolaannya ke depannya akan disampaikan secara transparan.

Adapun divisi dakwah dan divisi bisnis untuk langkah riil yang dapat ditempuh bersama menunggu arahan dan rapat lebih khusus lagi dari Majelis Syuro.

Galeri Acara:

Gambar: Ustadz Ja’far Sahaley menyampaikan kesan, testimoni dari acara

Gambar: Ustadz Ayyub menyampaikan kesan, masukan dan testimoni dari acara

Gambar: Perwakilan Majelis Syuro Amal Sholeh Al-Islam (dari kiri: Ustadz M. Ayatullah, Ustadz Abu Bakar Faqihuddin, Ustadz Khoirul Alim, Ustadz Abdullah Mu’allim dan Ustadz Tulus Budi Susanto)

Gambar: Ustadz Agus Tri menyampaikan saran, masukan pada acara ini.

Gambar: Ustadz Abdul Hayyi menyampaikan masukan, saran dan testimoni dari acara ini.

Gambar: Ustadz Fathoni menyampaikan saran dan masukan

Gambar: Ustadz Azhim menyampaikan masukan terkait jarkom alumni Mahad Al-Islam

Gambar: Ustadz Ja’far Sahaley memimpin doa sebagai penutup acara ini dengan khidmat

4 pemikiran pada “Tiga Divisi Baru Terbentuk di Penghujung Acara EMAS (Eksistensi Ma’had Al-Islam Surakarta)”

Tinggalkan komentar