Tiga Point Statemen terbaru Abu Ubaidah

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka. (QS. Al-Qashash: 5-6)

Telah berlalu 133 hari; 5 bulan berturut-turut pertempuran ‘Thaufanul Aqsha’ dan dengan pertolongan Allah, Bangsa Palestina dan Rakyat Gaza tetap teguh dan bertahan melawan gempuran keji pasukan koalisi zionis-Amerika. Mujahidin telah menimpakan kerugian besar pada musuh yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.

Mujahidin telah menimpakan kerugian besar pada musuh dan menempatkan personel musuh dalam penyergapan yang telak.

Tayangan dan adegan yang dirilis adalah bagian dari aksi mujahidin di lapangan. Dan mujahidin lebih memilih untuk menunda penayangan beberapa adegan aksi mereka dengan alasan keamanan.

Pada hari jumat 16 Februari, Jubir Brigade Al-Qassam; Abu Ubaidah hafidzahullahu ta’ala menyampaikan tiga point berikut:

Pertama, Mujahidin di semua wilayah serangan agresi militer Zionis, baik di utara, tengah dan Selatan jalur Gaza terus melakukan pertempuran dengan berbagai taktik yang bervariasi dan menggunakan senjata yang sesuai berdasarkan besarnya serangan zionis untuk terus menyebabkan kerugian dahsyat di barisan pasukan musuh.

Perlawanan bangsa Palestina terhadap agresi dan Invasi zionis ini akan terus berlanjut hingga tantara musuh terakhir meninggalkan jalur Gaza dengan pertolongan Allah. Setiap kali ada serangan dan agresi akan kami hadapi dengan perlawanan dan konfrontasi dan kerugian besar akan terjadi di barisan musuh, dengan kuasa Allah.

Ribuan mujahidin di kamp-kamp dan medan perang selalu dalam keadaan waspada dan semangat tinggi dan keyakinan yang luar biasa dengan pertolongan Allah dan dengan jumlah gabungan (afiliasi) mereka dan ikatan batin mereka dengan tanah air mereka yang diberkahi

Kedua, pada tahap ini, kami tidak peduli dengan sanggahan terperinci yang disampaikan oleh para pemimpin politik dan militer musuh, berbagai dugaan capaian mereka di lapangan dan khayalan mereka tentang penghancuran brigade-brigade militer mujahidin. Musuh saat ini berada dalam kondisi yang terpecah belah, saling bertentangan dan dalam keadaan kritis; saling tidak percaya antara satu dengan yang lainya, bahkan negara yang berkoalisi dengan mereka pun juga tidak percaya dengan mereka dan mereka tidak mampu meyakinkan rakyat mereka walaupun dengan berbagai bentuk kebohongan; bahwa mereka telah menang, atau akan menang atau telah mencapai targetnya.

Namun kami sanggah dengan singkat; bahwa apa yang dilontarkan musuh menyangkut pernyataan, angka dan informasi adalah propaganda palsu dan sebagian besar dari apa yang diumumkan oleh musuh adalah hasil karangan yang dibuat-buat untuk tujuan internal dan moral mereka.

Medan Pertempuran masih terbuka dan kebenaran (akan) terungkap pada hari-hari yang akan datang dengan izin Allah.

Pembantaian dan kejahatan kotor yang telah mereka lakukan di satu sisi dan publikasi kebohongan mereka di sisi yang lain akan menggiring mereka pada kehinaan dan kehancuran dengan izin Allah.  

Ketiga, kerugian yang diderita para tawanan musuh menjadi sangat besar dan kami tidak ingin situasi kerugian dan penderitaan mereka sampai pada tahap seperti ini, sungguh kami telah berusaha melindungi dan merawat para tawanan ini selama berbulan-bulan untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang luhur dan mulia yaitu untuk membebaskan para tahanan kami yang terdzolimi dan tertindas dan mewujudkan hak asasi manusia rakyat kami yang sah dan kami sampai saat ini masih terus mengupayakan dengan segala cara. Kami telah memperingatkan puluhan kali tentang bahaya yang dihadapi oleh tawanan musuh sejak meletusnya petempuran ini.

Namun para pemimpin penjajah mengabaikan Nasib rakyatnya yang sedang tertawan dan tantara zionis-nazi dengan sengaja membunuh dan melukai para tawanan tersebut. Saat ini para tawanan hidup dalam kondisi yang sangat sulit dan mereka sedang berjuang untuk bertahab hidup. Hal Ini tidaklah aneh, segala sesuatu yang diderita rakyat kami mulai dari kelaparan, kehausan dan kurangnya fasilitas Kesehatan juga diderita oleh para tawanan tersebut.

Tinggalkan komentar